BEM FISIP Unair Buka Donasi untuk Mendiang Sudarman Penjual Kerupuk

Foto: BEM FISIP Unair buka Donasi untuk Sudarman. (ist)

BACAMALANG.COM – Atensi, solidaritas dan kepedulian terhadap mendiang Sudarman pengasong (penjual) kerupuk keliling di kampus FISIP Universitas Airlangga terus berdatangan.

Perhatian itu secara nyata diwujudkan lewat pembukaan donasi diprakarsai BEM FISIP Unair atas berpulangnya pahlawan keluarga ini.

Yakni melalui No Rekening :
BCA : 1520 595 305 a/n Shanet Salsabilla, BRI : 3170 01 010623 50 1 a/n Shanet Salsabilla, Gopay : 08563327375 a/n Vossa Valencia
OVO : 08563327375 a/n Vossa Valencia.

Salah satu alumni Prodi Ilmu Politik yang juga Kabid P3A HMI Komisariat FISIP Unair Juwita Hayyuning Prastiwi menuturkan beberapa kesan terhadap mendiang.

“Sudarman biasanya berkeliling FISIP sejak pagi sampai sore, saya rasa mahasiswa (dan alumni) jadi merasa dekat karena intensitas ketemunya sangat sering. Apalagi, Darman sebagai pribadi sangat baik, ramah dan tampak sebagai pekerja keras, tidak heran kalau rata-rata mahasiswa/alumni memiliki kesan yang sangat baik terhadap sosok Darman,” terang perempuan lulusan tahun 2008 ini.

Jemput Bola

Perempuan lulusan S2 Politik Unair tahun 2011 ini menuturkan, Sudarman semasa hidup dikenal sebagai pengasong yang intensif jemput bola.

“Selama jadi mahasiswa, kalau menunggu jam antar kelas satu dengan kelas lain biasanya nongkrong di kantin atau gazebo. Mahasiswa yang sering ke kantin atau gazebo pasti intensitas ketemu Darman jadi sering. Saya pribadi ya posisinya sebagai konsumen dagangannya. Darman pedagang yang jemput bola karena gak punya lapak. Seharian bisa muter-muter FISIP. Kalau sudah capek Darman sering duduk begitu saja di lantai lalu lanjut muter-muter lagi. Dari situ kesan yang saya tangkap, Darman sosok yang gigih,” jelas Juwita.

Iba dan Doa Baik

Juwita menyatakan Sudarman layak mendapat apresiasi. “Perlu mendapatkan apresiasi karena Darman sosok yang baik. Selain itu selama jadi mahasiswa mungkin sering ketemu tadi ya jadi rata-rata merasa dekat sama Darman. Dan seingat saya ibu-ibu penjual makanan di kantin beberapa kali terlihat memberi makanan gratis untuk Darman. Semoga almarhum Darman husnul khotimah. Saya pribadi tidak bisa menyembunyikan rasa iba kalau ingat Darman. Kalau benar anaknya sempat kuliah, semoga kehidupan ekonomi keluarga yang ditinggalkan Darman menjadi baik,” urai Juwita menutup wawancara. (had)