Pengasong Kerupuk Berpulang, Mahasiswa dan Alumni FISIP Unair Berduka

Foto: Darman semasa hidup menjajakan kerupuk di kampus. (ist)

BACAMALANG.COM – Telah puluhan tahun, Darman, pengasong penjual kerupuk berkeliling menjajakan dagangan di kampus FISIP Universitas Airlangga Surabaya. Namun adanya berita Darman telah berpulang, membuat hati mahasiswa dan alumnus FISIP Unair merasa sedih dan berduka. Salah satu alumnus Prodi Sosiologi FISIP Unair yang kini menjadi Dosen Sosiologi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Umar Sholahuddin, memberikan sejumlah kesan dan kenangan atas kepergian Darman.

“Bukan mahasiswa FISIP kalau nggak kenal ama Pak Darman. Orangnya ceria pada semua mahasiswa FISIP. Sangat membantu mahasiswa dalam cangkrukan di lorong FISIP dengan camilan yang sederhana, dengan komunikasi yang penuh makna,” tutur Umar.

Umar menilai Darman sosok yang istiqamah berjualan di satu tempat yakni FISIP Unair. “Orang yang selalu Istiqomah dijalannya di FISIP. Mahasiswa bisa ngutang ketika kantong lagi bokek. Dan Pak Darman termasuk orang terkuat di FISIP. Meskipun berganti rejim di FISIP, Pak Darman tetap istiqamah di FISIP, tak ada yang berani mengusirnya. Banyak kenal sama mahasiswa dan dosen. Semoga Husnul Khotimah. Al Fathihah Aamiin YRA,” urai pria alumnus tahun 2000 ini.

Sementara itu, Ponco alumnus Prodi Ilmu Politik FISIP Unair mengatakan jika Darman adalah sosok inspiratif. Darman sosok yang membantu mahasiswa FISIP untuk lebih berpikir dan membangkitkan semangat. Dikala mahasiswa tingkat akhir penat dan bingung akan tugas akhir dan penelitian, Darman selalu muncul dengan suara khas yang beliau miliki. Kokkk rokkoookkkk. Suara tersebut memecah kepenatan dalam pikiran sembari membeli rokok dan bercanda bersama dengan Pak Darman.

Pak Darman sosok yang ikhlas dan humoris menjadi penghibur bagi mahasiswa FISIP, tak jarang Darman menjadi bahan olok-olok dan buliyan para mahasiswa yang iseng. Tapi Darman menanggapinya dengan santai. Dalam posisi seperti itu disanalah hasrat untuk mengolok Darman lebih tinggi, tapi tetap beliau seakan-akan menyadari bahwa anak-anak yang sedang mengejek tersebut hanya ingin mencari hiburan semata. Itulah kenangan bersama sosok Darman sang legenda pedagang asongan kampus,” tegas pria alumnus tahun 2013 ini.

Gratis Air Mineral Buka Puasa

Sementara itu Hanif Alumnus FISIP Unair yang juga anggota KAHMI mengatakan jika Darman adalah sosok yang baik. “Beliau adalah orang yang sangat sabar, ulet, telaten dan jujur. Tidak pernah mengeluh dengan keadaan. Muka yang lesu menandakan bahwa dagangannya tidak banyak yang laku. Walau dengan keadaan demikian, dia tetap rela jika banyak mahasiswa mengutang produk dagangannya, terlebih barang itu adalah rokok,” terangnya.

Darman menurutnya adalah figur yang gigih dan tekun. “Darman adalah orang yang positif, pernah suatu kali dia dipukuli oleh anak-anak kelompok merah yang sedang mabuk pada suatu malam hanya karena diminta setor “uang lapak” karena sudah berjualan di gapol. Tak pernah putus asa, dia tak pernah melapor ke pihak kampus. Hanya sebagaian orang saja yang tahu yang berani melapor ke dekanat. Dia juga peduli dengan sesama, jika ada mahasiswa yang puasa senin kamis, dia beri aqua sebagai bahan berbuka. Melalui jerih payahnya dia mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi,” pungkas Hanif. (had)