Sokong Urban Farming, Dispangtan Kota Malang Agendakan Lomba

Foto: Kadispangtan Kota Malang Ir H Ade Herawanto (tengah) saat mengamati prototype kopi mobiling. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna menyokong Urban Farming, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang sudah mengagendakan untuk menggelar lomba. Hal ini disampaikan oleh Kabid Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Lilis Pujiharti.

“Lomba ini akan terbagi menjadi dua kategori peserta. Kategori peserta OPD itu akan diikuti dinas-dinas pemerintahan, kalau kategori Kelurahan itu ada satu perwakilan RT maupun RW,” terang Lilis, Rabu (17/2/2021).

Untuk target jumlah peserta, yakni 89 peserta untuk kategori OPD, minus Dispangtan karena sebagai penyelenggara. Sementara dari kategori Kelurahan, targetnya ada 57 peserta. “Jurinya juga dari berbagai kalangan mulai dari akademisi, TP PKK, media dan komunitas masing-masing dua orang,” kata Lilis.

Tim juri ini, lanjut Lilis, nantinya akan terbagi menjadi dua kelompok saat penjurian yang rencananya akan dilakukan bulan Maret mendatang. Juri dari akademisi berasal dari Institut Teknologi Negeri (ITN) Malang, sedangkan juri dari media adalah dari Jawapos Radar Malang.

Untuk saat ini, pihaknya tengah menggodog konsepnya bersama tim juri setidaknya hingga akhir Februari ini. Sementara itu, surat pemberitahuan sudah dilayangkan ke tiap-tiap OPD dan Kelurahan. Rencananya setelah konsep dan indicator penilaian rampung, akan segera dilakukan sosialisasi kepada seluruh peserta.

Ia menjelaskan, kantor-kantor dinas di Kota Malang turut diikutkan kedalam lomba ini karena sebagian sudah memanfaatkan lahan yang ada untuk dimanfaatkan. “Jadi, sayang kalau tidak dilombakan sekalian. Sementara di tingkat Kelurahan yang sebagian RT atau RW sudah memiliki lahan urban farming sendiri, tapi masih belum merata,” urai Lilis Pujiharti mengakhiri.

Sesuai Instruksi Walikota

Seperti diketahui, belum lama ini, Dinas Lingkungan Hidup menggelar lomba Kampung Bersinar untuk mendorong pengelolaan lingkungan hidup secara maksimal. Kini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga hendak melakukan Lomba Ketahanan Pangan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan Kelurahan. Ide ini sesuai instruksi dari Wali Kota Malang Sutiaji untuk membuat lomba ketahanan pangan khususnya Urban Farming.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayati Sutiaji mengatakan bahwa gerakan Urban Farming yang diinisiasi oleh TP PKK ini, salah satu tujuannya berupaya untuk mengurangi stunting di Kota Malang. Selain juga mencukupi kebutuhan sayuran organik yang lebih sehat ketimbang sayuran berpestisida.

“Terbukti sudah banyak RW yang melakukan Urban Farming. Tidak hanya RW yang Kita beri stimulan bibit, tapi di kanan-kirinya juga ikut melakukan Urban Farming,” terang Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji.

Bahkan, lanjut Widayati, sudah banyak juga masyarakat yang memanfaatkan teras rumahnya untuk ditanami. Kedepan ia berharap akan memperluas lagi budidaya di toga, disamping Urban Farming.

“Jadi terus beriringan itu harapannya. Terkait dengan program ketahanan pangan Kami sangat menyambut baik ketika PKK membuat gebrakan seperti ini respon dari pemerintah luar biasa untuk turut melakukan pembinaan,” terangnya.

Ia menerangkan, dengan adanya perlumbaaan nantinya akan membawa manfaatnya yang luar biasa. Selain mendapatkan sayuran kaya nutrisi juga meningkatkan kembali budaya gotong royong yang semakin luntur. (*/had)