Hanura Bantah Klaim Golkar Soal Koalisi di Pilkada Kabupaten Malang 2020

Ilustrasi (ist)

BACAMALANG.COM – Klaim Partai Golkar soal merapatnya Partai Hanura kepada mereka di Pilkada Kabupaten Malang 2020 ternyata mendapatkan bantahan.

Batahan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC Partai Hanura, Kabupaten Malang Sutrisno Murdi, saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Malang, Selasa (17/3/2020).

Menurut Murdi, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan DPD dan DPP soal koalisi di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

“Belum ada keputusan dari DPD dan DPP. Ya biarkan saja kalau ada klaim dari sana,” kata Murdi.

Pria yang kini juga duduk sebagai anggota Komisi II DPRD Kabupaten Malang tersebut menyatakan, pihaknya bakal menentukan sikap menjelang pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati nanti.

“Ya nanti mendekati pembukaan pendaftaran,” tuturnya, singkat.

Meskipun hanya memiliki satu kursi legislatif, Hanura bisa menjadi salah satu kunci untuk koalisi di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Sebelumnya, Golkar mengklaim bahwa Hanura telah bersepakat untuk bergabung dalam ikatan koalisi pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang 2020.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dari fraksi Golkar, Miskat, Rabu (11/3/2020).

“Hanura sudah merapat. Kita punya 8 kursi di legislatif, dengan ini berarti sudah 9. Untuk mengusung calon sendiri kan minimal harus 10 kursi. Tinggal menunggu, PPP, Gerindra, Demokrat atau NasDem. Kalau semua atau salah satu dari itu gabung, selesai sudah. Ini kan masih jalan terus. Artinya, semua sangat mungkin. Kalau semua gabung bisa jadi koalisi besar. Tapi kan memang keempatnya belum ada sikap, masih banyak kemungkinan,” kata Miskat. (mid/yog)