UMM Diserang Hoax terkait Mahasiswanya Positif Corona, Hasil Editan Judul Berita Online

ist

BACAMALANG.COM – Dibuat geram atas beredarnya judul berita bahwa dua mahasiswanya positif Corona, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan klarifikasi dan menjajagi menyeret kasus ini ke ranah hukum.

“Kami sangat menyayangkan ada pihak yang secara sengaja menebar kebohongan, di tengah kekhawatiran masyarkat dunia atas virus pandemi global Covid-19,” tandas Kepala Humas dan Protokol UMM, Sugeng Winarno, dalam keterangan persnya, Selasa (17/3/2020).

Seperti diketahui, beredarnya informasi yang menyebut dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) positif Corona dibantah Humas dan Protokoler UMM.

Dalam foto yang menunjukan capture (tangkapan layar) laman berita Okezone.com tertanggal 16 Maret 2020 ini tertulis judul “2 mahasiswa UMM positif Corona, Deta dan Arsa segera diamankan.

Namun setelah ditelusuri dan dilakukan klarifikasi kepada wartawan OkeZone.com diperoleh laporan bahwa berita tersebut murni berita bohong (hoax).

Diduga, si penyebar hoax sengaja mengedit dengan sembrono judul pada tulisan yang telah terunggah sebelumnya yakni “2 Pasien Meninggal Di Kabupaten Malang Dinyatakan Negatif Corona”.

Sang jurnalis, Avirista Midaada, saat dihubungi pihak Humas dan Protokoler UMM membenarkan bahwa berita tersebut hoax. Terlebih, secara kasat, kejanggalan terdapat dalam penulisan judul berita, kesamaan waktu unggahan, serta foto headline yang sama persis dengan berita di OkeZone.com.

Sugeng mengatakan, Ia mengutuk siapapun yang secara sengaja bahkan mengambil keuntungan dari diproduksinya berita bohong tersebut. Pengajar Ilmu Komunikasi ini juga bakal mengambil langkah hukum bagi siapa saja yang telah menebar hoax dan keresahan.

Langkah pencegahan (preventif) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terhadap persebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19) ditunjukkan dengan memproduksi cairan pembersih tangan atau hand sanitizer secara masal.

Hal ini dilakukan, mengingat ketersediaannya mulai langka di pasaran. Ditargetkan minggu ini hand sanitizer buatan UMM akan dipasang di seluruh lorong kampus dan disebar di berbagai area kampus. Yakni dengan melibatkan tim dari Laboratorium Teknologi Farmasi.

Sebelumnya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd membuat surat edaran perihal Kewaspadaan dan Pencegahan wabah Covid-19 serta Pengelolaan Perkuliahan di UMM, yang salah satunya menghimbau kepada seluruh civitas akademika UMM untuk menciptakan perilaku hidup sehat dan terhindar dari penyakit.

Selanjutnya dalam surat edaran yang terbit 15 Maret kemarin, khusus untuk aktivitas perkuliahan, rektor menghimbau untuk memaksimalkan platform blended learning yang disediakan UMM.

“Terutama yang telah disediakan universitas melalui laman lms.umm.ac.id, dimana data dosen dan mahasiswa terintegrasi database,” ungkap Fauzan.

Perkuliahan juga, dilanjutkan Fauzan, dapat disajikan dalam bentuk kompilasi materi (selected reading) yang disertai panduan penugasan, dan bahan tersebut memiliki tautan yang dapat diakses mahasiswa melalui internet. Terakhir, mengoptimalkan interaksi secara daring dalam berbagai kegiatan akademik melalui berbagai platform pembelajaran daring. (Hum/Had)