Muncul Lagi Covidiot Indira Kalistha Viral di Medsos, Dokter RSSA Malang Menilai Tindakan Sesat dan Membahayakan

Foto: Indira Kalistha. (ist)

BACAMALANG.COM – Setelah agak lama reda, kini muncul lagi Covidiot dari youtuber sekaligus selebgram Indira Kalistha memantik aksi protes dari Dokter Spesialis Emergensi di RSUD Dr Saiful Anwar Malang Ali Haedar, Sabtu (16/5/2020).

“Kami menilai tindakan yang bersangkutan berbahaya karena menyebarkan informasi yang menyesatkan,” tandas Ali Haedar.

Seperti diketahui, nama youtuber Indira Kalistha kini sedang ramai diperbincangkan, bahkan namanyapun sempat menjadi trending topic di Twitter karena pernyataannya yang membuat geger warganet.

Hal itu karena pendapatnya yang diunggah dalam video YouTube milik Gritte Agatha dinilai berseberangan dengan upaya banyak kalangan untuk mencegah penularan virus Corona.

Dalam video itu, Indira Kalistha tampak berbincang dengan Gritte Agatha mengenai bagaimana ia menyikapi pandemi COVID-19.

Ia mengaku enggan menuruti imbauan pemerintah untuk mengenakan masker ketika bepergian. Menurutnya, masker membuat pernapasannya tertutup dan tidak lancar.

“Enggak, aku jarang pakai masker, pake sheet mask setiap hari. Kalau masker itu enggak pernah kecuali ditegur kayak, ‘bu pakai maskernya ya’. Tapi kalau enggak ditegur ya sudah dibuka lagi. Kasian ini napas ditutup-tutup gitu loh,” ujar Indira Kalistha di video YouTube Gritte Agatha yang tayang pada Kamis, 14 Mei 2020.

Perempuan yang memiliki pengikut lebih dari 1,5 juta di Instagram dan 3,1 juta subscribers itu juga mengakui, dirinya tidak mengikuti anjuran WHO untuk sering cuci tangan setelah menyentuh barang-barang yang bisa saja menularkan virus Corona.

“Terus, kalau misal ke mall atau pasar atau segala macam, pegang-pegang, misal habis beli makan, nih, dari ojek online gitu, aku enggak cuci tangan dulu baru makan. Jadi, kayak ambil-ambil atau apa segala macam, terus makan saja pakai tangan,” kata Indira.

*COVIDIOT Sangat Menular

Lewat media sosial FB dr Ali Haedar, SpEM dari RSSA Malang berupaya mengcounter tindakan yang dinilai ceroboh dan sembarangan tersebut.

Berikut statement dr Ali Haidar selengkapnya.

Penyakit COVIDIOT; Tanda dan Gejala
Mungkin, seleksi alam di Indonesia karena Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) akan menyebabkan ‘yang bodoh, yang akan punah’.

Mengapa bisa demikian? Hal ini diakibatkan secara sekunder oleh penyakit sosial yang bernama COVIDIOT.

Orang dengan penyakit COVIDIOT sangat rentan untuk terjangkit penyakit COVID-19.

Mungkin secara praktis kita berpikir bahwa dengan adanya penyakit COVIDIOT ini, bukan tidak mungkin, Indonesia kelak akan terbebas dari orang bodoh.

Dan ini akan menguntungkan demi percepatan kemajuan bangsa Indonesia.

Namun Kita sebagai manusia yang dianugerahi kemampuan untuk berpikir, harus melihat sisi lainnya.

Di mana orang-orang dengan penyakit COVIDIOT yang pada akhirnya akan terjangkit penyakit COVID-19, tetap perlu ditangani secara medis.

Sayangnya, fasilitas kesehatan dengan tenaga medisnya tidak akan pernah siap untuk menangani bila jumlah mereka yang terjangkit penyakit COVIDIOT dengan COVID-19 tidak dikontrol.

Dan penyakit sosial COVIDIOT ini ternyata lebih menular dari Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang merupakan causative agent dari COVID-19, karena transmisi utamanya adalah lewat media sosial.

Di mana Kita sebagai masyarakat modern lebih sulit menghindari transmisi lewat media sosial.

Untuk itu, kita harus mengetahui tanda dan gejala penyakit COVIDIOT sehingga Kita secara bersama-sama dapat memproteksi diri dari penularan penyakit COVIDIOT.

Dan kemudian, secara sekunder juga akan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kejadian COVID-19.

Berikut adalah 4 tanda dan gejala dari penyakit COVIDIOT, di mana mereka secara sadar tampak sering melakukan hal-hal berikut:

  1. Menyebarkan berita yang tidak benar terkait COVID-19.
  2. Melakukan perkerumunan atau menginisiasi kegiatan perkerumunan
    Melakukan travelling dengan tujuan piknik
  3. Menolak isolasi diri setelah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit atau setelah dinyatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
  4. Membanggakan kekebalan tubuhnya. Tindakan pencegahan memang membuat Kita menjadi sedikit tidak nyaman. Tetapi jika pandemi penyakit COVIDIOT ini menyebar, Kita semua akan menghadapi masa-masa yang lebih sulit di masa depan.

“Jadi mari Kita tidak melakukan kegiatan sosial dengan mereka yang memiliki tanda dan gejala penyakit COVIDIOT sebagai bagian dari perang melawan pandemi COVID-19,” pungkas Ali Haidar.

*Video Sudah Dipotong

Dikutip dari pikiran rakyat.com, adanya kontroversi ini membuat netizen geram dan juga kesal. Banyak dari mereka yang tidak suka dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Indira.

Hal ini sangat disayangkan, padahal Indira Kalistha dikenal sebagai YouTuber yang sangat populer bagi kaum milenial.

Konten-konten yang dibuatnya pun sering menginspirasi dan menjadi hiburan khalayak ramai.

Dengan berbagai kontroversi yang terjadi, kini Gritte Agatha pun telah menghilangkan bagian tersebut untuk menghindari adanya masalah yang lebih serius. (had)