Dokter Umar Digadang Jadi Bupati Juru Sembuh di Tengah Pandemi

Foto: dr Umar Usman MM. (Ist)

BACAMALANG.COM – Pertarungan Pilbup Malang Umar Usman yang berprofesi sebagai dokter di tengah pandemi, membuat munculnya kerinduan lahirnya figur berjuluk Bupati Juru Sembuh, yang bisa menyembuhkan masyarakat dari berbagai penyakit medis dan sosial.

“Kami berharap agar majunya Umar Usman yang mempunyai profesi dokter bisa disebut sebagai Bupati Juru Sembuh menyembuhkan masyarakat dari penyakit medis dan sosial seperti Covid–19 dan kemiskinan,” tandas Ketua Gugus Tugas Covid-19 PCNU Kabupaten Malang, Rurid Rudianto, Jumat (17/7/2020).

Rurid menyebutkan, berdasar data, Virus Corona Malang sampai 17 Juli 2020 ada total 880 positif Covid-19 dan pasien sembuh 246 orang.

Secara mendetail di Kota Malang terdapat 379 pasien positif Covid–19 terinfeksi virus Corona. Lalu di Kabupaten Malang terdapat 362 pasien yang terinfeksi Covid-19. Dan di Kota Batu terdapat 139 pasien yang terkonfirmasi positif virus Corona terdapat 108 orang.

Rurid menjelaskan, sampai saat ini kiprah dan partisipasi dr Umar dalam menanggulangi Covid–19 cukup signifikan dan membawa hasil baik.

“Kiprah dan partisipasi dr Umar dalam penanganan Covid–19 cukup baik. Diharapkan selain ditangani medis, kesadaran dan kedisiplinan warga juga harus ditingkatkan,” papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU Kabupaten Malang) ini.

Mengurangi Kemiskinan

Rurid menuturkan seperti diketahui,
berdasarkan data yang dihimpun dari hasil Susenas KP (Survei Sosial Ekonomi Nasional Konsumsi Pengeluaran) pada Maret 2018, jumlah penduduk miskin yang ada di Kabupaten Malang terdapat sekitar 268.490 jiwa atau setara dengan 10,37 persen dari total sekitar 2,6 juta jiwa.

Angka yang membuat Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawangsa pun menempatkan Kabupaten Malang sebagai daerah tertinggi angka kemiskinannya. Di bawahnya ada Kabupaten Jember dengan jumlah 243 ribu, Kabupaten Sumenep (218 ribu), Kabupaten Probolinggo (217 ribu), dan Kabupaten Bangkalan (191 ribu). 

Banyak faktor yang membuat angka kemiskinan di Kabupaten Malang tertinggi di Jatim. Dimana, jumlah penduduk dan luasan wilayah Kabupaten Malang kerap diajukan sebagai respon dari pengambil kebijakan menjawab persoalan klasik tersebut.

Guna mengurangi angka kemiskinan maka bisa dijalankan solusi semisal bersinergi dengan perguruan tinggi melakukan penelitian untuk mencari jalan keluar menekan jumlah angka kemiskinan.

“Salah satu solusi adalah menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan riset dan penelitian mencari jalan keluar mengurangi dan mengentaskan kemiskinan,” imbuh Rurid.

Selain hal tersebut, pemecahan masalah pengurangan kemiskinan adalah membentuk bumdes di semua desa di kabupaten Malang serta mendorong untuk memproduksi satu item produk ikonik lokal.

” Jalan keluar lain adalah membentuk dan memaksimalkan bumdes serta membuat satu produk yang bisa dijadikan komoditi menggerakkan ekonomi rakyat,” pungkas Rurid. (had/red)