Jalani Sidang di Tempat, Puluhan Pelanggar Protokol Kesehatan ‘Pasrah’

Foto: Yanto, salah seorang pelanggar protokol kesehatan saat menunjukkan bukti tanda terima denda dari Kejari Batu. (Eko Sabdianto)

BACAMALANG.COM – Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) Batu Nomor 78 Tahun 2020, Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Penerapan Protokol Kesehatan Sebagai Upaya dan Pengendaliam Corona Virus Disease 2019, hari ini Kamis (17/9/20) digelar Operasi Yustisi, penegakan hukum protokol kesehatan di Jalan Gajahmada seputaran Alun-alun Kota Batu.

Belasan petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, dan BPBD Pemkot Batu menindak tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan yang kedapatan tidak memakai masker.

Bagi mereka (pelanggar), seketika langsung digiring menuju Pos Operasi Yustisi untuk menjalani sidang di tempat.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batu Supriyanto, SH., MH, sasaran utamanya adalah pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalan tersebut, dan kedapatan tidak memakai masker.

“Untuk hari ini jumlah pelanggar sesuai dengan laporan dari Kasi Pidum (Kepala Seksi Pidana Umum), yang berhasil ditindak sebanyak 50 orang. Alhamdulillah, Operasi Yustisi kali perdana ini dapat berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan, ini menjadi pengalaman yang baik untuk masyarakat Kota Batu, agar sekiranya ke depan taat dan tertib akan pentingnya protokol kesehatan,” kata Supriyanto sapaan akrabnya, saat diwawancarai oleh sejumlah awak media.

Dalam giat Operasi Yustisi tersebut, lanjut dia, bagi para pelanggar dikenakan sanksi denda yang bervariatif, yakni tergantung dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

“Ya, sebenarnya memang bervariasi, nantinya kan tergantung oleh hakim yang memutuskan. Mereka kita kenai sanksi administrasi berupa denda Rp 25 ribu, karena masuk kategori Tipiring (Tindak Pidana Ringan). Setelah selesai diputus oleh hakim, kemudian dieksekusi oleh jaksa,” tukasnya.

Supriyanto menambahkan, nantinya uang denda berikut administrasi berkas bagi para pelanggar tersebut akan segera disetorkan ke kas daerah Kota Batu.

“Ya, nantinya kami setorkan ke kas daerah Kota Batu untuk selanjutnya diserahkan kepada kas negara,” ungkap dia.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK menyampaikan, bahwa diharapkan kepada masyarakat Kota Batu untuk selalu patuh terhadap protokol kesehatan.

“Kami tidak menargetkan jumlah pelanggar, akan tetapi bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat kita untuk mematuhi protokol kesehatan, utamanya tetap selalu patuh memakai masker,” kata Harvi sapaan akrab Kapolres Batu.

Mantan ajudan Kapolda Jawa Timur di era Drs. Machfud Arifin, S.H ini menambahkan, bahwasanya kemarin malam telah dilakukan sosialisasi beserta himbauan kepada masyarakat, untuk disiplin memakai masker.

“Kami tidak ingin ada masyarakat yang terkena sanksi, tetapi lebih bagaimana meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. Mudah-mudahan, upaya yang kami lakukan ini dapat bermanfaat terhadap kesehatan baik bagi diri sendiri, maupun orang lain untuk selalu tertib dalam memakai masker agar terhindar dari wabah pandemi Covid-19 ini,” pesan dia.

Sementara itu, Yanto salah seorang pelanggar yang diketahui kedapatan memakai masker tidak benar, tampak beradu argumen dengan petugas ketika hendak diberikan sanksi berupa denda Rp 25 ribu.

“Saya tidak terima, karena saya kan pakai masker mas, tadi helm saya suruh dilepas oleh petugas Satpol PP, maka secara otomatis masker yang saya pakai merosot sampai ke mulut, tapi kok akhirnya saya malah kena denda, katanya tidak memakai masker dengan benar,” ungkap Yanto asal Kota Surabaya ini, dengan nada kesal.

Terpisah, Kasatpol (Kepala Satuan Polisi) Pamong Praja (PP) Pemkot Batu M. Noer Adhim menegaskan, bahwasanya apa yang dijalankan oleh anggotanya sudah benar, dan sesuai prosedur karena mengacu kepada Perwali Kota Batu.

“Jadi Bapak Yanto ini, tadi waktu tertangkap petugas masker yang dipakai tidak benar, karena kami mengacu Perwali Kota Batu Nomor 78 Pasal 4 Huruf A Point 1 yang menyebutkan, memakai masker harus menutup hidung, mulut sampai dengan dagu, kalau tidak maka ini sudah masuk ke dalam kategori pelanggaran. Jadi, ya terpaksa kami tindak,” tegas mantan Camat Junrejo ini. (eko/red)