Perhatikan! Ini Tugas Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan di Kota Batu

Foto: Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK, saat diwawancarai awak media. (eko)

BACAMALANG.COM – Guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan, terutama pentingnya memakai masker pada saat keluar dari rumah, Pemkot Batu bersama TNI-Polri, Satpol PP tak main-main akan menindak tegas, bagi siapa saja masyarakat yang tetap bandel tidak mematuhi protokol kesehatan.

Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si mengatakan, bahwasanya sebelumnya, telah terapkan dengan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat maupun intansi, dan kebanyakan masih ada yang melangagar, tapi masih di maafkan dan di hukum hanya menyayikan lagu Indonesia Raya dan hafalan Pancasila.

“Tetapi tingkat ketaatan kepada protokol kesehatan masyarakat Kota Batu terbilang masih sangat rendah. Buktinya peningkatan yang dari konfiRm itu terus mengalami peningkatan,” kata Budhe sapaan akranya, usau melaunching Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan di halaman Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, No.507, Pemkot Batu, pada Rabu (16/9/2020) pukul 19.00 WIB.

Politisi PDIP ini mepertegas, meskipun terlihat dari jauh ada yang tidak memakai masker, tim siap memburu dan langsung tak segan-segan bakal menindak.

“Memang ini diburu, bagi siapa saja yang tidak memakai masker yang kelihatan dari jauh akan diburu. Jadi, tidak yang kelihatan di hadapan petugas saja yang diberikan sanksi. Tetapi yang kelihatan dari jauh juga akan dikejar oleh tim pemburu,” tegas Budhe.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Batu itu menuturkan, bahwa ini dilakukan supaya masyarakat Kota Batu selalu patuh dan terbiasa untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Semua ini demi keselamatan kita sendiri. Jadi, kita semua memakai masker itu bukan untuk pemerintah saja, tetapi untuk diri kita sendiri juga tentunya,” tukas dia.

Senada disampaikan, Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK, MIK, bahwa untuk tim pemburu pelanggar protokol kesehatan ini melibatkan unsur TNI-Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

“Masing-masing kita bagi menjadi tiga shift, supaya nanti bisa bergantian. Karena setiap hari akan dilaksanakan minimal dua kali, siang dan malam hari atau bahkan bisa lebih. Artinya kali ini kita melaksanakan Intruksi dari Bapak Presiden segenap instansi terkait stakeholder pemangku kepentingan. Harus segera menindak lanjuti,” ujarnya.

Mantan ajudan Kapolda Jatim di era Drs. Machfud Arifin, S.H ini jelaskan, bahwa ini semua bukan untuk kepentingan pemerintah saja, namaun tentunya juga demi keselamatan warga masyarakat Kota Batu.

“Kita masih melihat memang sebagian besar masyarakat sudah membawa masker, tetapi memakainya masih belum sempurna atau dibawa tetapi tidak dipakai. Mulai tanggal 14 kemarin kita juga telah melaksanakan operasi yustisi gabungan antara TNI-Polri, Satpol PP, dan besok rencananya kita akan melaksanakan operasi yustisi dengan sidang di tempat,” terang Harvi.

Kendati demikian, lanjut Alumnus AKPOL 2001 ini, dalam operasi yang akan dilaksanakan besok itu juga bakal menghadirkan hakim dari Pengadilan Negeri Malang.

“Kami sudah komunikasikan dengan Ibu ketua Pengadilan Negeri Malang juga dengan Pak Kajari. Jadi besok seperti halnya denda tilang analoginya seperti itu, nantinya yang kedapatan ada yang tidak memakai masker atau memakai masker tidak dengan sempurna, dan tidak membawa masker ya besok akan kita laksanakan penegakkan aturannya. Yakni, Perda No. 2 Tahun 2020 Provinsi Jawa Timur, kemudian peraturan Gurbernur No. 53 Tahun 2020 termasuk peraturan Wali Kota No. 78 Tahun 2020,” ungkapnya.

Untuk itu, orang nomor satu di jajaran Polres Batu ini berharap, denga dilakukan hal tersebut supaya warga masyarakat Kota Batu bisa sadar akan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan dengan cara seperti ini bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat kita, supaya patuh pada protokol kesehatan,” tandasnya. (eko/red)