Istri Cawabup Nomor Urut 2 Dilaporkan ke Bawaslu, Kenapa?

Abdul Qodir menunjukkan formulir tanda terima laporan dari Bawaslu Kabupaten Malang (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Istri calon Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Didik Budi Muljono dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Malang.

Istri Didik, Juli Handayani, dilaporkan oleh salah satu masyarakat, Abdul Qodir. Menurut Abdul Qodir, Juli tercatat sebagai pegawai negeri sipil atau PNS yang berdinas di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Pria yang akrab disapa Adeng menemukan, selain berstatus PNS dan terang-terangan mengikuti kampanye, belum lama ini Juli memberikan sejumlah uang ketika berkumpul dengan ibu-ibu di Kecamatan Turen.

“Itu ada dugaan terkait unsur suap dan gratifikasi yang dilakukan oleh ibu Didik Budi Muljono, itu sudah kita laporkan, kita temukan beberapa bukti, kita sudah investigasi juga di lapangan, dimana yang bersangkutan melakukan sosialisasi tersebut,” kata Adeng, Selasa (17/11/2020).

Ketika membuat laporan ke Bawaslu, Adeng pun menyertakan bukti berupa rekaman video ketika Juli sedang berkumpul dengan ibu-ibu di Turen.

“Dari statement lewat video yang disampaikan jelas-jelas sudah memenuhi unsur gratifikasi dan upaya-upaya suap,” terangnya.

Selain melapor ke Bawaslu, Adeng juga berencana melaporkan Juli ke Inspektorat Kota Malang. Termasuk juga laporan ke Polres Malang.

“Kita akan laporkan ke Polres terkait masalah unsur dugaan gratifikasinya dan percobaan suap. Karena dia disitu jelas mengatakan ‘Saya mau menyumbang ya bu, tapi kas’. Terus, kita setelah ini akan melaporkan yang bersangkutan Inspektorat Kota Malang, agar supaya diproses sesuai Undang-undang ASN,” Adeng mengakhiri.

Sementara Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva menyampaikan, setelah menerima laporan ini langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah membuat kajian.

“Kita kaji. Sekitar dua hari. Dari hasil kajian nanti kita pleno, apakah memenuhi syarat formil atau syarat materil. Kan ada tahap, setelah kajian, kalau itu terpenuhi, baru kita keluarkan surat. Baru kita panggil yang bersangkutan,” ungkap George. (mid/yog)