Lahan Seluas 21.000 m2 Dieksekusi PN Malang, 3 Rumah Dirobohkan

Foto: Proses eksekusi lahan di Tasikmadu Kota Malang. (yga)

BACAMALANG.COM – Termohon eksekusi lahan di Jalan Tenis Meja, Kelurahan  Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, harus pasrah ketika alat berat secara perlahan menghancurkan 3 bangunan rumah pada Kamis (18/2/2021) siang. Eksekusi tersebut dilakukan berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malang Nomor 19/Eks/2012/PN.Mlg.

Berdasarkan keterangan, kasus sengketa lahan ini berlangsung sejak tahun 2010 antara Tjandra Mierawati sebagai pemohon eksekusi, dengan termohon yakni Ambar Pawitri, Totok Winarto, Rusfan Hadi Setiawan, Suharianto dan Dyah Agustin.

Kuasa pemohon Gunadi Handoko SH menyebut, bahwa lahan yang dikosongkan adalah seluas 21.000 meter persegi yang terdiri dari 3 sertifikat;  12.370 meter persegi,  5.,220 meter persegi, dan 3.410 meter persegi.  Didalam lahan ini juga terdapat 3 bangunan rumah.

“Jadi pada hari ini, kita melaksanakan eksekusi pengosongan. Eksekusi ini adalah kelanjutan dari putusan pengadilan.  Saya selaku kuasa hukumnya mengajukan pengosongan selama 3 bulan ini, dan baru hari ini terlaksana,” kata Gunadi Handoko.

Foto: Gunadi Handoko, pengacara senior. (yga)

Gunadi menjelaskan, bahwa pada tanggal 21 Agustus 2003 lalu Tjandra Mierawati telah membeli obyek eksekusi dari Ambar Pawitri. Selanjutnya, pada tahun 2012 Tjandra Mierawati mengajukan permohonan eksekusi dan berujung perlawanan dari Totok Winarto Cs dengan mengajukan perlawanan eksekusi perkara a quo dan telah diputus dan berkekuatan hukum tetap oleh Mahkamah Agung (MA) nomor perkara: 254 K/Pdt/2016 Jo. 92/Pdt/2015/PT.SBY Jo. 10/Pdt.Plw/2013/PN.Mlg, dengan amar putusan Menolak Perlawanan Eksekusi dari Termohon Eksekusi.

“Bahwa sebelum kami tangani, pada tahun 2016 upaya pelaksanaan eksekusi terhadap obyek eksekusi diatas telah dilakukan namun tidak terlaksana sebagaimana Berita Acara Pelaksanaan Eksekusi Penyerahan Tanah No.19/Eks/2012/PN.Malang Jo. No.168/Pdt.G/2010/PN.Malang tanggal 27 Juni 2016. Sehingga proses pengosongan terhadap obyek eksekusi diatas telah berlarut-larut kurang lebih 9 tahun dan kami baru ditunjuk sebagai kuasa hukum untuk melanjutkan eksekusi per tanggal 3 Juli 2020,” jelas pengacara senior ini.

Dalam hal ini, pihaknya juga mengucapkan terimaksaih kepada pihak pengadilan yang sudah memberikan suatu keadailan yang seadil-adilnya bagi masyarakat yakni Tjandra Mierawati sebagai pemilik yang memang harus dilindungi hak-haknya. (yga)

Video Eksekusi: