Pemuda di Wagir Ini Rintis Bimbel, Bantu Kesulitan Belajar Kala Pandemi

Foto: Riski bersama peserta didik. (ist)

BACAMALANG.COM – Sejumlah pemuda Kecamatan Wagir merintis bimbingan belajar (Bimbel) untuk membantu kesulitan belajar saat pandemi. Bimbel ini bahkan dipersiapkan bagi para siswa sekolah agar dapat masuk ke sekolah negeri hingga Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Kami merintis bimbel berbayar untuk membackup bimbel gratis sebelumnya yaitu Ayo Sinau. Alasan buka bimbel ini adalah untuk membantu para orangtua dalam mendampingi buah hatinya belajar. Termasuk juga untuk anak SMA persiapan masuk perguruan tinggi negeri,” tegas Riski Diawar, Kamis (17/2/2021).

Anak muda yang tinggal di Jalan Nakula Tulusayu Wagir ini mengatakan, dirinya sudah lulus kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Surabaya pada Desember 2020 lalu.

Mentari Ilmu

Riski menceritakan, nama bimbel nantinya adalah Mentari Ilmu. Ia mengatakan, alasan pendirian bimbel baru (berbayar) ini adalah karena pendidikan hari ini mengkhawatirkan. Dimana ortu kesulitan mendampingi belajar anak. Alasan kedua karena pihaknya tidak bisa mengandalkan lembaga zakat untuk memberikan donasi.

“Kita tidak nisa bergantung pada donasi. Kita perlu mandiri dan membuka bisnis dalam bentuk pendidikan semisal bimbel berbayar. Sebagian hasil insentif untuk mengcover bimbel gratis yang sudah sebelumnya didirikan,” terangnya.

Ia mengatakan sasaran bimbel adalah anak SMA. Ia menuturkan proyeksi ke depan pihaknya memberikan jaminan kepada ortu anaknya bisa tembus PTN terbaik atau di bawah itu. Selain itu, pihaknya juga menyasar anak SMP namun untuk SD belum prioritas.

Solusi alternatif Blendid Learning

Terkait lokasi bimbel akan dilakukan sinergi kerjasama teman Pemuda Muhammadiyah Wagir. Nantinya dipergunakan ruko yang akan dibuat kelas. Jadi mereka (murid) yang datang ke kelas (ruko) tersebut.

Jumlah pengajar disiapkan 12 orang dari Bimbel Ayo Sinau. Riski menilai mereka teruji dan terbukti memiliki profesionalitas di bidangnya. Ada sarjana pendidikan, sarjana teknik, dan sarjana bahasa Inggris. “Kita lama berinteraksi. Saya menilai mereka pengajar cukup profesional dan mendapat pengakuan akademik,” tegas Riski.

Tarif yang dipatok yaitu Rp 100-150 ribu per bulan untuk tiga kali pertemuan dalam seminggu. “Hasil dari pemasukan bimbel adalah untuk insentif pengajar di Ayo Sinau. Karena selain butuh operasional Kami juga butuh fasilitas pengajaran,” papar Riski.

Manfaat ikut bimbel adalah karena sistem pengajaran saat ini adalah sistem blendid learning kombinasi tatap muka dan daring. “Dengan bimbel memudahkan siswa belajar Matematika, Bahasa Inggris, dan Biologi. Alasan penting ikut bimbel ini adalah fakta adanya kebanyakan mereka sulit belajar. Dan tiga mapel ini yang akan diujikan nanti,” pungkas Riski. (had)