Mantan Lurah Buring Beri Kesaksian Terkait Permasalahan di PT STSA

Foto : Suasana Persidangan. (yog)

BACAMALANG.COM – Sidang lanjutan dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Nanik Indrawati alias Suparmi (53), warga Pondok Blimbing Indah (PBI), Kecamatan Blimbing, Kota Malang kembali digelar.

Nanik diketahui merupakan mantan kasir PT STSA yang diperkarakan terkait pembebasan lahan milik Sugiyanto dan Nasiyah Tahun 2016.
PT STSA mengeluarkan uang pembebasan senilai Rp 1.771.136.000, namun dalam perjalanannya diketahui ada selisih nominal pembelian dan selisih luas tanah sehingga menimbulkan kerugian sekitar Rp 800 juta.

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Rabu (18/3/2020) sore, majelis hakim menghadirkan 5 saksi, salah satunya adalah Agus Triwahyudi, PNS, Mantan Lurah Buring, Kedungkandang, Kota Malang.

Menurut keterangan JPU M Herianto SH, Agus adalah sosok yang mengurus-surat pembelian lahan PT Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA). “Saat ini statusnya sebagai napi di LP Lowokwaru,” kata dia.

Perlu diketahui bahwa Agus sebelumnya telah diperkarakan PT STSA hingga divonis 2 tahun 8 bulan penjara. Ia didakwa dengan Pasal Pasal 263 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP atau Pasal 263 ayat 2 KUHP Jo Pasal.55 ayat 1 ke 1 KUHP dan 374 KUHP atas laporan PT Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA).

Selain itu, saksi lain adalah Notaria Husain Bisri, dia pensiun pada 11 November 2015. “Sementara pembayaran 11 April 2016, tapi dibuatkan AJB mundur 10 November 2015. Pembuatan AJB dan pembuatan akte pelepasan hak nya mundur. Hal itu dibenarkan Wigi, asistennya Pak Bisri,” terang Harianto.

Sementara itu, Sumardhan SH MH sebagai kuasa hukum Suparmie, menjelaskan bahwa Agus mantan Lurah Buring tersebut memberikan kesaksian menerangkan bahwa Nasiah telah tanda tangan.

“Pasal 253 KUHP kan yang dipermasalahkan kuitansi. Kuitansi yang dipersoalkan PT STSA adalah Nasiah tidak melakukan tanda tangan, namun dalam kuitansi ada tanda tangannya. Namun dalam persidangan ini Pak Agus tau sendiri bahwa Nasiah telah tanda tangan dan memiliki bukti foto. Jadi kuitansi tersebut adalah sah dengan tanda tangan Nasiah,” tegas Sumardhan. (yog)