Penjual Pakan Burung di Kota Batu Kecewa, Penerapan PSBB Dinilai Tak Merata

Foto: Penjual pakan burung, Oky Berli Saputra (31), saat menunjukkan surat peringatan dari Satpol PP Pemkot Batu. (Eko)

BACAMALANG.COM – Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 48 kepada masyarakat di Kota Batu, sepertinya belum mencapai titik maksimal. Pasalnya, pada hari kedua pelaksanaan PSBB di Kota Batu mulai terjadi reaksi Kontra terhadap pengawalan Perwali yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Batu.

Hal itu seperti apa yang diutarakan oleh Oky Berli Saputra (31), pemilik toko pakan burung di Jalan Suropati, Kecamatan Batu, Kota Batu. Ungkapan rasa kekecewaannya itu di posting di media sosial Facebook di group Rembug Online Batu.

“Saya upload postingan itu bukan tanpa alasan, karena saya merasa mendapatkan tindakan kurang pantas dari oknum Satpol PP Kota Batu. Terus terang, saya ini cari nafkah hanya dari satu sumber jual pakan burung saja. Apalagi saya tidak merasa mendapatkan sosialisasi apapun terkait PSBB, apalagi orang tua saya RT, justru tidak menerima imbauan apapun,” ungkap Oky geram.

Jika masih bersifat peringatan, lanjut dia, seharusnya pihak Satpol PP Pemkot Batu tidak serta merta langsung menindak dengan menyuruh tutup kios pakan burungnya.

“Dengan terpaksa saya buka lagi, selain itu saya dipaksa juga untuk menandatangani surat, alasanya melebar karena saya tidak menerapkan protokol kesehatan. Padahal di meja saya ada hand sanitizer, sejak awal toko saya berdiri didepan juga sudah ada tempat cuci tangan. Memang saya akui, saat petugas datang masker sedang tidak saya pakai,” imbuh dia.

Kalau memang merata, masih kata Oky, kenapa usaha kuliner yang lain tidak diperingatkan dan di tutup juga?

“Mas wartawan kan bisa lihat sendiri, dan silakan tanya apakah usaha kuliner di sekitar toko saya ini diperingatkan? Saya akan taat aturan, tapi jangan tebang pilih,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Pemkot Batu Muhammad Noer Adhim menegaskan, jika operasi yang ia lakukan bersama anggotanya sudah sesuai dengan prosedur.

“Dihari kedua ini, tidak ada penindakan kepada pedagang dari kemarin hingga hari ke-empat PSBB. Kami hanya menegaskan imbauan dari Perwali 48 bagian ke-lima pasal 13. Disana jelas dituliskan, bahwa yang masih boleh beroperasi beberapa diantaranya adalah toko penjual sembako, fasilitas pelayanan kesehatan seperti apotek dan POM Bensin, itupun dibatasi jam bukanya,” jelas Adhim kepada awak media saat di hubungi melalui WhatsApp, Senin (18/5/2020).

Lebih lanjut, mantan Camat Junrejo ini juga menjelaskan jika masih ada tempat usaha diluar pengecualian tadi masih buka, artinya memang belum tersentuh sosialisasi.

“Mohon bersabar, jika ada yang belum kami datangi untuk kami imbau, kalimatkan bukan tidak diperingatkan, tapi belum sempat kami sentuh, karena memang target kami hingga hari ke-empat pelaksanaan PSBB,” pungkasnya. (eko/red)