Refleksi Syukur HUT RI ke-75, FISIP UB & DINUN Sinergi Cetak Dai Milenial

Pelatihan dai millenial. (ist)

BACAMALANG.COM – Merayakan kemerdekaan RI ke-75 di tengah keprihatinan pandemi bisa dilakukan dengan beragam kegiatan yang tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Salah satunya dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Bertujuan mencetak dai-dai milenial, Tim Pengabdian dari Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya (UB) bekerja sama dengan DINUN (Dai Intelektual Nusantara Network) menghelat “Pelatihan Public Speaking bagi Dai Muda Milenial” kemarin, Minggu (16/08/2020).

Kegiatan ini diadakan sebuah kafe di tengah indah dan damainya persawahan yang dikelola oleh BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Desa Wisata Edukasi Sidorejo Indah, Jabung, Kabupaten Malang.

Para peserta calon dai muda yang terdiri dari santri yang juga siswa dan mahasiswa SMU dan universitas di Kota dan Kabupaten Malang ini menikmati sensasi menyerap materi-materi pelatihan diiringi semilir angin dan gemericik air sungai sekitar sawah.

Kafenya pun bernama unik “Dewi Sri” yang merupakan singkatan dari Desa Wisata Sidorejo Indah.

Selain materi singkat di pembukaan soal Covid-19, materi menarik lainnya ialah tentang Strategi dan Teknik Dakwah di Dunia Digital, Strategi Marketing dalam Dakwah, Dasar-dasar Public Speaking serta acara permainan dan ice breaking yang melemaskan urat syaraf dan ketegangan.

Materi “Strategi Marketing Dakwah” dan “Dasar-dasar Public Speaking” disampaikan oleh M. Nasir dan M. Aliyul Murtadho dari DINUN.

Nasir mengulas bahwa dakwah kekinian juga perlu memerhatikan cara marketing kekinian dan menjangkau ceruk audiens yang spesifik seperti kaum muda milenial.

Sementara materi “Strategi dan Teknik Dakwah di Dunia Digital” disampaikan Yusli Effendi, dosen Hubungan Internasional FISIP UB.

Dosen yang juga aktif di Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat (PSP2M) UB ini menjelaskan peta dakwah di dunia digital serta teknik pencarian ide dan penulisan materi dakwah untuk menyasar warganet belia.

Materi ia sampaikan secara ringan untuk membuka wawasan peserta. Ia juga membagikan pengalaman dan hambatan-hambatan produksi konten digital alumni program “Pelatihan Dai Muda Digital” yang diadakan dua kali oleh PSP2M UB tahun lalu.

Aprilia Nur Azizah, salah seorang peserta perempuan dari Wajak, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, inspiratif dan seolah menjadi titik balik untuk menata rencana-rencana hidupnya ke depan.

Sementara Fahma Lailatus Sholihah, yang juga mahasiswi PTN di Malang, menyatakan bahwa acara ini menguatkan minatnya untuk memanfaatkan YouTube sebagai saluran anak muda seperti dirinya mensyiarkan nilai-nilai Islam yang damai dan penuh rahmah.

Anggota Tim Pengabdian FISIP, Adhi Cahya Fahadayna, menegaskan bahwa FISIP UB selain ingin berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat lewat literasi keagamaan dan media, juga ingin menguatkan ekonomi lokal di desa.

Atas dasar itulah acara ini kemudian diadakan di Desa Sidorejo Jabung, Kabupaten Malang, yang sedang membangun citra desanya sebagai desa wisata edukasi.

“Mengisi kemerdekaan RI, meski di tengah masa pandemi, bisa dirayakan dengan kesyukuran lewat berbagi dengan sesama anak bangsa. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, jalannya pelatihan ini juga tetap memerhatikan protokol kesehatan standar pemakaian masker, penjarakan fisik, juga cuci tangan,” tandas Yusli. (had/zuk).