Tiga Hari Operasi Yustisi, 48 Pelanggar Terjaring di Ngantang

Foto: Warga masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker, diberikan sanksi dengan membersihkan jalan. (Eko Sabdianto)

BACAMALANG.COM – Polsek Ngantang Polres Batu menggelar Operasi Yustisi tentang Peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, di wilayah Kecamatan Ngantang.

Operasi Yustisi tersebut bersama personil gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, yang dilaksanakan untuk menertibkan masyarakat, agar lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal ini sesuai Perda nomor 02 Tahun 2020 dan perubahan atas Perda Provinsi Jawa Timur nomor 1 Tahun 2020, yakni tentang Penyelenggaraan Tantribum dan Linmas dan Pergub Jatim nomor 53 Tahun 2020, tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Menurut Kapolsek Ngantang Iptu Hanis Siswanto, terhitung sejak Rabu (16/9/2020) hingga saat ini setidaknya sudah ada 48 pelanggar protokol kesehatan yang ditindak dalam Operasi Yustisi di wilayah Kecamatan Ngantang.

“Pada hari Jumat dini hari terdapat 7 orang dengan sanksi berupa teguran tertulis, dan 9 orang dengan teguran lisan. Dan pada hari Jumat pukul 08:00 hingga pukul 11:30 WIB, terdapat 25 orang dengan sanksi teguran dan 7 orang lainnya dengan sanksi sosial, yang sudah kami lakukan tindakan,” kata Hanis sapaan akrabnya kepada awak media, Jumat (18/8/2020).

Mantan Kasi Propam Polres Batu ini mengimbau kepada warga masyarakat, hendaknya untuk dapat mematuhi protokol kesehatan, demi dapat mencegah dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

“Kegiatan ini akan terus kami lakukan setiap harinya di wilayah Kecamatan Ngantang. Kami tidak henti-hentinya untuk terus mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat Kecamatan Ngantang, untuk selalu memakai masker,” pesan dia.

Orang nomor satu di jajaran Polsek Ngantang ini juga menegaskan, beberapa hari ke depan bukan lagi sanksi sosial yang akan diberikan dalam penerapan pendisiplinan protokol kesehatan, melainkan diberlakukan denda.

“Ya, karena ini sesuai intruksi Gubernur Jawa Timur menerapkan denda Rp 250 ribu, bagi pelanggar protokol kesehatan perorangan, yang berlaku mulai 14 September 2020. Sedangkan bagi pelaku usaha besaran dendanya bervariatif, yakni mulai Rp 500 ribu hingga Rp 25 juta,” tegasnya.

Terkait dengan denda bagi para pelanggar protokol kesehatan, masih kata Hanis, itu nantinya masuk di Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 53 Tahun 2020, tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

“Adapun Pergub nomor 53 Tahun 2020 ini berfungsi untuk mendisiplinkan masyarakat, agar supaya selalu mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan disiplin memakai masker,” pungkas dia. (eko/red)