Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Saat Musim Tanam

Foto: Miskari. (ist)

BACAMALANG.COM – Kelangkaan pupuk terjadi dan seringkali terjadi di saat musim pemupukan akan dilakukan sewaktu petani butuh pupuk.

Ketua DPC Gerbang Tani Kabupaten Malang Miskari SP mengatakan, kelangkaan pupuk terjadi bisa karena pemerintah mengurangi produksi pupuk anorganik atau pupuk kimia bersubsidi atau memang karena adanya kesalahan tata kelola distribusi pupuk atau bahkan terjadi penyimpangan di dalam distribusi pupuk.

“Kelangkaan pupuk terjadi bisa karena pemerintah mengurangi produksi pupuk anorganik atau pupuk kimia bersubsidi, atau memang karena adanya kesalahan tata kelola distribusi pupuk, atau bahkan terjadi penyimpangan di dalam distribusi pupuk,” tegas Miskari.

Minta Pemerintah Terlibat

Miskari berharap agar pemerintah terlibat di dalam penanganan distribusi pupuk. Pemerintah sebagai regulator tentu juga diharapkan menjadi penjamin bagi ketersediaan pupuk bagi petani.

“Jaminan perlindungan dan pembelaan pemerintah terhadap penyediaan pupuk bagi petani, dirasakan kurang buktinya di beberapa tempat masih terdapat keluhan-keluhan ketiadaan pupuk,” ujar Miskari.

Dugaan Penyimpangan

Gerbang Tani juga mensinyalir adanya penyimpangan terhadap distribusi pupuk bersubsidi.

Banyak ditemukan cerita saat orang mau menebus pupuk bersubsidi distributor menyatakan pupuk habis.

Tetapi saat petani meminta dengan hutang atau meminta dengan hutang dan dibayar hasil pertanian dengan harga tinggi, pupuk dinyatakan ada.

Contoh penyimpangan seperti ini sungguh disayangkan oleh Gerbang Tani.

“Ironisnya pemerintah seakan tidak paham bahwa ada problem demikian di dalam distribusi pupuk” terang Miskari.

Pengawasan dan Optimalkan Pupuk Anorganik

Ke depan Gerbang Tani berharap agar pemerintah lebih serius dan tegas di dalam pengawasan distribusi pupuk. Penyimpangan distribusi pupuk adalah tindak pidana yang tidak boleh ditolelir.

Selain itu DPC Gerbang Tani melihat upaya pemerintah untuk mengalihkan penggunaan pupuk-pupuk anorganik menjadi pupuk organik ( bokasi, pupuk kandang) belum juga maksimal dikampanyekan.

“Ke depan Gerbang Tani berharap pemerintah mendorong agar pertanian terpadu dimana di dalam usaha pertanian, terdapat juga usaha rumah tangga ternak sekaligus tantangan industri pupuk organik di dalam satu kawasan bisa diwujudkan. Perlu adanya dorongan serius dari pemerintah,” pungkas Miskari. (*/had)