Bersaing Ketat, Tujuh Calon Perangkat Desa Putukrejo Gondanglegi Ikuti Fit And Proper Test

Foto : Suasana fit and proper test. (Ist)

BACAMALANG.COM – Menindaklanjuti rekrutmen perangkat desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang mencari sosok yang berintegritas beberapa hari lalu, maka dilakukan tahapan fit and proper test Rabu (19/2/2020).

Sekretaris Panitia Rekrutmen pemilihan perangkat desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi Syamsuni mengatakan, dalam penjaringan perangkat desa kali ini diikuti oleh 7 orang.

“Kami ingin mencari perangkat desa yang berintegritas. Ada sebanyak 7 peserta mengikuti fit and proper test bertempat di Kecamatan Gondanglegi. Nanti dari 7 peserta akan disaring hingga terpilih 4 orang,” tegas Syamsuni.

Seperti diketahui, sebagai implementasi Peraturan Bupati Malang nomer 81 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Kecamatan Gondanglegi dilakukan rekrutmen perangkat desa.

Pada periode kali ini di Kecamatan Gondanglegi ada dua desa yang menjalankan rekrutmen. Yaitu Desa Putukrejo dan Sukorejo.

Syamsuni menuturkan, tujuh peserta tersebut adalah M Nizar Zulmi, Lailatul Rahm, Saiful Anam, Hadier Ali, Zainul Ulum, Sufiani Nur Afidah, dan Ludfi Afandi.

Dikatakannya, materi yang diujikan dalam fit and proper test meliputi tes tulis berupa wawasan secara umum, dan tentang pemerintahan desa.

Ia mengungkapkan untuk tes wawancara dilakukan oleh Muspika Kecamatan Gondanglegi yang terdiri dari camat, dan danramil.

Dijelaskannya, peserta juga mengikuti tes berupa pidato (public speaking), dan tes penguasaan komputer.

Untuk penguasaan komputer meliputi tes program MS Word (membuat surat untuk kedinasan desa) dan Excel (tentang rumus-rumus dan penjualan).

Dipaparkannya, sebagian hasil tes sudah diumumkan semisal tes tulis dan tes komputer pada siang hari.

Sementara untuk hasil tes pidato (public speaking) akan diumumkan tiga hari lagi.

Dalam rekrutmen perangkat desa kali ini peserta akan mengisi empat jabatan yaitu kaur keuangan, Kasun Utara, Kasun selatan dan kasi pemerintahan.

“Kami melakukan ini secara terbuka dan transparan serta berharap bisa menjaring perangkat desa yang berintegritas,” urai Syamsuni. (Had)