Kisah Eksis Bisnis Start Up Paktukang di Tengah Pandemi

Foto : Seorang tukang garap order. (ist)

BACAMALANG.COM – Geliat Kota Malang sebagai kota metropolitan, menjadikan bisnis sektor properti berprospek besar.

“Saya melihat banyak tukang yang kesulitan menemukan pekerjaan khususnya di Kota Malang. Kami juga ingin mempermudah masyarakat dalam mencari tukang yang dibutuhkan. Makanya saya membuka usaha Paktukang,” tegas owner Paktukang, Rozaqul Anam, Jumat (19/2/2021).

Platform star up Paktukang, dimulai sejak Januari 2020 sebelum pandemi Covid-19. Modal Awal berupa web sederhana untuk memudahkan pengguna terhubung dengan admin Paktukang.

“Setiap rumah/tempat tinggal pasti sewaktu-waktu membutuhkan jasa tukang baik skala kecil maupun besar. Khususnya di Malang Raya yang banyak berkembang perumahan baru karena notabenya Malang merupakan destinasi yang cocok untuk investasi aset bagi para pendatang,” tukas Rozaqul Anam.

Hingga saat ini Paktukang sudah memiliki sebanyak lebih dari 250 pengguna di Malang Raya.

“Tentunya dengan datangnya pandemi dan PSBB, sangat berdampak penurunan jumlah customer Paktukang. Namun, Kami di tim Paktukang memanfaatkan hal tersebut untuk merancang strategi pivot dan memperbaiki layanan supaya lebih maksimal. Contohnya, saat ini pengguna Paktukang mampu mengawasi secara realtime lewat smartphone mereka dengan bantuan CCTV yang diberikan oleh Paktukang di lokasi,” urai Rozaqul Anam.

Ia membuka kemitraan dengan penyedia jasa tukang bangunan, layaknya platform ojek online dengan tukang ojek. “Selain itu Kami juga menjalin kemitraan dengan beberapa toko bangunan untuk mempermudah dan mempercepat kebutuhan logistik bangunan yang bisa dipesan lewat smartphone,” jelas Rozaqul Anam.

Target Market dan harapan

Paktukang menyasar kalangan millenial 25-40 tahun yang memiliki tempat tinggal/usaha yang ada di Malang Raya sebagai pengguna awal. Namun, Paktukang juga tidak menutup pintu untuk segmen pasar lainnya. Sebab pilihan layanan Paktukang mulai dari kebocoran atap, hingga bangun rumah bisa didapatkan.

“Harapannya ke depan Paktukang mampu menjadi platform jasa tukang nomer 1 dan turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan tukang di Indonesia,” papar Rozaqul Anam.

Kendala di Paktukang adalah membudayakan etos kerja yang disiplin kepada para tukang mitra. “Kami lakukan dengan cara menjaring aspirasi dari customer mengenai Bagaimana kriteria tukang yang diharapkan. Dari jawaban tersebut, Kami terapkan kepada mitra Paktukang agar mitra dapat memberikan pelayanan yang terbaik,” imbuh Rozaqul Anam.

Saat ini Paktukang sudah memiliki 45 mitra di Malang. Dan 65% dari mitra sudah mendapat kepastian pekerjaan yang lantur (tidak sempat menganggur) tiap bulannya. Beberapa ada yang menjadi Mandor di project yang dipesan pengguna platform Paktukang.

“Kami ingin meningkatkan jumlah tersebut dengan memperluas channel pemasaran Paktukang agar semakin berdampak bagi para tukang. Bila ingin mengetahui lebih jauh bisa mengintip di
Facebook : fb.com/paktukangdotcom
Instagram : @paktukangdotcom. (had)