Wali Kota Malang Minta Maaf kepada Jurnalis, Status Medsos ‘Salah Kutip’ juga Dihapus

Foto : Forum Jurnalis Malang Raya. (yog)

BACAMALANG.COM – Forum Jurnalis Malang Raya menuntut Wali Kota Malang untuk melakukan permintaan maaf di media massa dan media sosial terkait dengan statemen wartawan salah kutip dalam pemberitaan ‘Lockdown’ di Kota Malang. Tuntutan tersebut akhirnya disanggupi usai puluhan jurnalis dari berbagai media dan organisasi frofesi ini mendatangi Balaikota Malang, Rabu (18/3/2020).

Kepada awak media, Walikota Malang Sutiaji mengaku jika pernyataan yang menjadi dasar berita pembatasan akses keluar masuk wilayah kota Malang itu dimaksudkan untuk tamu dinas atau instansi yang akan melakukan kunjungan ke kota Malang.

“Yang penting sejak awal konstruksi pikiran saya tidak ada istilah lockdown dan jika saya memang dinilai telah salah maka saya menyampaikan permohonan maaf seperti yang teman-teman wartawan minta kali ini,” ungkap Walikota Malang.

Terkait dengan pernyataan Walikota Malang di akun sosial media yang dimilikinya yang menyebutkan adanya kesalahan kutip oleh wartawan, Walikota Sutiaji mengaku akun sosial media miliknya dioperasionalkan oleh anaknya.

“Setelah berita itu viral, saya bertubi-tubi dihajar pertanyaan tentang pertanyaan Lockdown atau pembatasan akses keluar masuk wilayah kota Malang. Akhirnya saya buat statemen di sosial media karena tidak mungkin untuk menjawab satu persatu pertanyaan yang dikirimkan kepada saya,” ungkap Sutiaji.

“Konstruksinya manusia itu tempatnya salah, sehingga sudah sewajarnya jika ada yang salah maka sewajarnya meminta maaf. Jika dirasa salah maka saya mohon maaf, tetapi kita harus paham konstruksinya ya. Sekarang sudah clear ya,” imbuhnya.

Kabag Humas Pemerintah Kota Malang Nurwidianto menjelaskan tentang kronologis kejadian ini dari sisi Humas Balaikota hingga muncul aksi dari awak media kali ini.

“Kami tidak menyalahkan apalagi intervensi pada pemberitaan media yang sudah melakukan wawancara dan kami juga melakukan apresiasi karena sudah berkenan untuk melakukan wawancara kembali dengan Walikota Malang pada sore harinya,” terang pria yang akrab disapa Mas Wiwid ini.

Semnatara itu, Juru Bica Forum Jurnalis Malang Raya, M. Ariful Huda, mengutarakan bahwa jurnalis sudah melakukan kerja jurnalistik dengan benar.

“Akan tetapi beredar di sosial media tudingan wartawan salah kutip, sehingga profesi wartawan ini yang dipojokkan dan dipersalahkan. Itulah mengapa teman – teman menyampaikan tuntutan ini, jelas pria yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya ini. (Pwi/Yog)