Ketua Bawaslu Kabupaten Malang Dituntut Minta Maaf ke Jurnalis

Ketua Bawaslu Kabupaten Malang Dituntut Minta Maaf ke Jurnalis
Ilustrasi (ist)

BACAMALANG.COM – Ketua Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Malang, M Wahyudi, dituntut meminta maaf kepada jurnalis.

Hal ini buntut dari ucapan Wahyudi yang dianggap menyinggung jurnalis saat mencoba mengkonfirmasi sebuah berita.

“Saya juga sebagai jurnalis tidak terima dengan hal itu. Sehingga dia (Wahyudi, red) harus meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan. Harus minta maaf itu, karena sudah melewati batasan ucapan yang dilakukan oleh Ketua Bawaslu,” ujar Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Malang Raya, Cahyono, Jumat (19/6/2020).

Pria yang juga jurnalis Harian Bhirawa ini menambahkan, jika Ketua Bawaslu Kabupaten Malang dalam waktu dekat tidak ada itikad baik tersebut, para jurnalis siap melakukan aksi agar tuntutan mereka dipenuhi.

“Artinya begini, kalau memang itu tidak minta maaf, teman-teman wartawan akan melakukan action. Action-nya apa? Ya itu supaya dia minta maaf,” tegas pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Kabupaten Malang kembali berseteru dengan jurnalis.

Kali ini, perseteruan tersebut timbul ketika seorang jurnalis dari media siber lokal Malang mencoba mengkonfirmasi sebuah berita kepada Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, M Wahyudi, Jumat (19/6/2020).

Upaya konfirmasi yang dilakukan jurnalis tersebut ternyata mendapat jawaban yang tak mengenakan pada awalnya dari Ketua Bawaslu Kabupaten Malang.

Berikut transkrip pembicaraan jurnalis yang mencoba mengkonfirmasi berita melalui sambungan telepon dengan Ketua Bawaslu Kabupaten Malang;

J (Jurnalis): Assalamualaikum pak Wahyudi.
K (Ketua Bawaslu Kabupaten Malang): Nggih (iya, red).

J: Mau tanya pak, perkara banner Sam HC (bakal calon Bupati Malang jalur perseorangan, Heri Cahyono, red) itu loh pak.
K: Kenapa mas?

J: Iya itu kan di pasang di pohon-pohon pak. Apa itu tidak melanggar, melanggar kampanye atau apa pak? Itu kan merusak pohon-pohon itu pak.
K: Samean pesenane sopo mas? (Anda pesanan siapa mas?, red).

Kata-kata ‘Anda pesanan siapa mas?’ yang dilontarkan Ketua Bawaslu Kabupaten Malang itu kemudian yang menjadi pematik timbulnya perseteruan dengan jurnalis.

Ucapan kata-kata Ketua Bawaslu Kabupaten Malang itupun mendapatkan tanggapan serius dari Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Malang Raya, Cahyono.

“Tiba-tiba ngomong pesanan siapa itu kan tidak benar, sangat tidak pantas sebagai seorang Ketua Bawaslu. Wartawan konfirmasi itu kan untuk memastikan, untuk memastikan kepada narasumber, yang memang kewenangannya sebagai pengawasan,” kata Cahyono. (mid/yog)