Dokter Umar Sokong Gerakan Memakai Masker Nasional, Memutus Mata Rantai Covid-19

Foto: dr Umar Usman MM. (ist)

BACAMALANG.COM – Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Malang dr Umar Usman MM mengatakan pihaknya menyokong dan menghimbau Nahdliyyin disiplin memakai masker guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kami menyokong serta menghimbau warga NU berdisiplin memakai masker memutus mata rantai Covid-19,” tegas dr Umar Usman MM, Sabtu (18/7/2020).

Sekilas informasi, para Kiai Sepuh mengajak warga Nahdliyin disiplin memakai masker seiring dengan adanya kampanye nasional guna menghentikan penularan Corona.

Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH. Anwar Mansyur, mendukung langsung kampanye juga Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar dan sederet ulama pesantren lainnya.

“Mengenakan masker secara disiplin, perlu digelorakan oleh NU karena memiliki pengikut terbesar di Indonesia,” kata pria yang turut meramaikan bursa Pilbup Malang ini.

Sebelumnya, imbauan dilakukan Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin. Tentang pentingnya peran berbagai tokoh agama di Indonesia untuk turut menanggulangi wabah Covid-19 dengan pendekatan keagamaan, harus segera direalisasikan.

Kini, PWNU Jawa Timur pun melakukan gerakan #SayaNUSayaPakaiMasker.Hal itu merupakan salah satu kampanye untuk menumbuhkan kesadaran warga agar selalu menggunakan masker di mana pun dan kapan pun.

Dilakukan sejak Rabu, 14 Juni 2020, sebagai wujud keteladanan dari para masyayikh yang tentunya akan diikuti jamaahnya. Gerakan tersebut pun langsung ramai dikampanyekan, baik dari lembaga- lembaga maupun banom dibawah Nahdlatul Ulama.

Dengan mencantumkan foto bermasker dengan tagline simpel “Saya NU, Saya Pakai Masker”. Kepeduliaan menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Demikian sebagaimana ajaran Islam dalam Maqasid Syariah, sebagai Hifdzun Nafs, menjaga keselamatan diri.

“Ada 7 ketangguhan, yang harus dijalankan untuk memutuskan mata rantai Covid–19. Yakni tangguh SDM, tangguh kesehatan, tangguh logistik pangan, tangguh informasi, tangguh keamanan, tangguh psikologi, dan tangguh budaya,” pungkas dr Umar Usman MM. (Had/Red)