Dr Sri Untari Dukung Pekerja Seni di Masa Pandemi

Foto: Sri Untari Dukung Pekerja Seni di Masa Pandemi. (ist)

BACAMALANG.COM – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Dr. Sri Untari Bisowarno MAP, pada masa Reses ke dua, tahun 2020 berkesempatan bertemu dengan para pelaku seni di Padepokan Mangun Dhamo, Tulusbesar Tumpang Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2020).
       
Dalam kesempatan itu Sri Untari memberikan perhatian khusus kepada pelaku seni agar tetap bisa eksis di masa pandemi Covid-19. Pihaknya menerima dan menampung keinginan para pelaku seni dimasa pandemi yang masih belum juga berakhir.
   
“Kita meminta masukan dari mereka, apa saja yang harus dilakukan Pemerintah.  Karena pelaku seni ini membutuhkan sarana atau tempat untuk melakukan aktifitasnya,” kata Wanita yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD  Provinsi Jawa Timur itu.
     
Masukan-masukan dari para pelaku seni itu, akan dibawa dan dimasukan pada program Pemerintah Provinsi Jawa Timur di tahun 2021 mendatang.
     
“Bagaimanapun para pelaku seni ini, harus mendapat perhatian. Apalagi mereka juga sudah lama tidak menggelar acara lantaran Covid-19. Padahal eksistensi mereka adalah berkreasi diatas panggung,” tandas Sri Untari.
       

Dia berharap, pada era New Normal ini para pelaku seni sudah bisa beraktifitas kembali meskipun harus tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.
     
“Karena alamnya yang menuntut untuk beratifitas dengan menggunakan standart protokol kesehatan, mau tudak mau harus diikuti,” ucap Sri Untari.
       
Dia menyebut para pelaku seni seperti seni tari, unit karawitan, unit seni wayang topeng, mocopat, jaran kepang dor (Turonggo Kusumo), Bantengan (Handoko Mulyo), kerajinan topeng, kerajinan wayang kulit, dan aktifitas seni lainnya tetap  eksis meskipun berbiaya secara swadaya.
     
“Makanya negara harus hadir untuk memberikan suport kepada mereka, agar bisa lebih eksis lagi,” imbuhnya.
     
Diakui Sri Untari,  kebanyakan daerah masih minim dalam memeprhatiakan kesenian. Kalau adapun sangat kecil ini berbeda dengan   olahraga yang besaran anggarannya mencapai milyaran. Ini menjadi kewajiban dia untuk terus memperjuangkan.
     
“Kita akan perjuangkan terus bagaimana para pelaku seni bisa eksis, bisa tampil lagi, dan mendapat bantuan stimulus untuk perekonomian mereka,” pungkas Sri Untari. (Lis/red)