Webinar Lintas Benua, Presiden KJB Beri Tips Public Speaking

Foto: Presiden KJB. (ist)

BACAMALANG.COM – Kemampuan public speaking sangat dibutuhkan dalam era milleneal ini. Terkait hal ini, English Development Community (EDC) yang ada di Islamabad Pakistan, mengadakan Web Seminar (Webinar) dengan topik “Menjadi Public Speaker yang Baik? Siapa takut…!” menghadirkan Nikmatus Sholikah sebagai Presiden Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari para mahasiswa Indonesia, tergabung dalam EDC yang berada di tiga negara yaitu Indonesia, Mesir, Pakistan dan peserta umum.

Percaya Diri

“Hal pertama yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam ber-public speaking atau berbicara kepada publik adalah “percaya diri”. Kemudian penguasaan teknik-teknik berbicara di depan umum yaitu penekanan variasi intonasi, ekspresi wajah, kontak mata pada audience dan bahasa tubuh yang sesuai,” papar
Nikmatus Sholikah.

Nikmah menambahkan, menjadi public speaker yang baik dibutuhkan latihan secara konsisten dan keinginan kuat masing-masing individu.

Meskipun di tengah pandemi COVID-19 yang memaksa para mahasiswa harus belajar dari rumah, kemampuan public speaking juga harus tetap diasah.

Seperti memanfaatkan media digital untuk berdiskusi dengan teman komunitas, presentasi kuliah secara on-line dan mengikuti secara aktif berbagai Webinar untuk mengasah kemampuan menjadi speaker.

“Menjadi public speaker yang baik bukan hanya dari bakat, tapi juga ketekunan kita untuk berlatih. Penguasaan materi dan mengubah pola pikir takut gagal, dua aspek penting untuk kelancaran sebagai pembicara. Meskipun diawal kita gugup, merasa tidak percaya diri dan takut gagal, namun yang perlu diingat orang yang bisa juga awalnya tidak bisa. Kalau kita tidak mencoba, selamanya tidak akan bisa. Lakukan perubahan menjadi public speaker yang baik sesegera mungkin, maka manfaatnya dalam menunjang karir, bermasyarakat dan dunia pendidikan akan segera kalian rasakan,” terang perempuan yang sedang menempuh studi Magister Ilmu Komunikasi tersebut.

Inovasi Topik

Sementara itu, Founder EDC, M. Jundi Robbani menuturkan, bahwa awalnya Webinar EDC hanya berhubungan dengan ‘kebahasaan’. Namun ia mencoba melakukan inovasi topik pembelajaran, sehingga webinar kali ini bertema Public Speaking tersebut.

Kemampuan Public Speaking juga sangat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya para mahasiswa yang tergabung dalam EDC.

“Speaker (pembicara) bagi saya bukan hanya untuk orang yang bekerja di pertelevisian tapi lebih dari itu. Baik bagi guru, maupun ketua organisasi, komunitas ataupun kepala daerah. Public Speaking itu perlu dan penting,” pungkas pria yang sedang menempuh Magister di International Islamic University, Pakistan tersebut.

Sharing for Caring

Pada kesempatan yang sama, Jundi memaparkan EDC adalah sebuah komunitas berbasis belajar Bahasa Inggris yang sudah berdiri sejak 2018 lalu dan memiliki lebih dari 250 anggota yang tersebar di beberapa negara di kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah yaitu Indonesia, Pakistan, Saudi dan Mesir.

EDC mengundang Presiden KJB Indonesia yang merupakan komunitas yang beranggotakan para Jurnalis Muslimah yang memiliki kompetensi yang bagus di dunia Jurnalistik dan praktik public speaking.

“Webinar ini menjadi salah satu aplikasi moto EDC yaitu sharing for caring atau berbagi karena peduli. Saya berharap, agar kegiatan yang dikemas secara informatif dan edukatif dari pemateri yang berkompeten ini bisa memberi manfaat kepada para pelajar Indonesia. Pesan saya untuk para pelajar, jangan pernah berhenti untuk belajar, menaikkan kemampuan dan kompetensinya. Jangan pernah berhenti bermimpi untuk menggapai cita dan impian,” tegas pria asal Lampung tersebut. (*/had)