Guru Madrasah di Kepanjen Punya Ketrampilan Membuat Kostum Karnaval

Foto: Salah satu hasil karya Imami. (ist)

BACAMALANG.COM – Guru Madrasah Ibtida’iyah Imami Kepanjen, Kabupaten Malang mempunyai ketrampilan membuat kostum karnaval yang sudah dikenal selevel Jawa Timur.

Irfan Aziz, guru Madrasah Ibtida’ iyah Imami Kepanjen mempunyai ketrampilan dalam membuat costume karnval unik. Guru kelas 4 MI Al Imami Kepanjen ini menekui ketrampilan membuat kostum karnaval ini sejak tiga tahun yang lalu.

Menurutnya, ide awal membuat ketrampilan ini atas keprihatinam di desanya yang setiap akan mengikuti karnaval selalu menyewa kostum. Bermula dari situ dirinya beserta rekan-rekanya satu kampung berinisiatif membuat ketrampilan sendiri sejak januari 2018 yang terdiri dari lima anggota yakni, Doni Setyawan, Ahmad, Yami dan Tyas.

“Kerja tim sehari bisa menghasilkan satu kostum tiga hari,” katanya, Kamis (19/11/2020).

Hasil karya yang sudah dihasilkan sampai sekarang sudah ada 120 kostum dari bahan spon ati dimana setiap kostum disewakan Rp 60.000 peracara untuk maskot Rp.200.000- Rp.300.000 perkostum.

Hasil karyanya dengan mengakses media sosial yang bentuknya sudah di rubah dengan menyesuaikan fenomena yang ada di masyarakat agar kelihatan menarik secara estetika seni dan kerapian.

Kebanyakan yang menyewa berasal dari daerah Lumajang, Blitar, Pasuruan dan Malang Raya. “Mereka menyewa apabila rusak memberikan ganti rugi dan ada perjanjianyal, ucapnya.

Pengalaman pahit yang pernah dirasakan baju kostum yang disewa ditinggal dilokasi setelah acara selesai menyebabkan kostum rusak.

“Setelah karnaval ditinggal ditengah lapangan gak diurusi sehingga rusak diinjak oleh penonton, tak jarang juga gak dapat ganti rugi,” ungkapnya .

Harapanya bisa mengikuti beberapa event Nasional seperti festival di luar daerah di Jember, Bali dan di Jakarta sehingga bisa membawa nama baik desa wonokerso dan Kabupaten Malang. (Yon/Red)