Pameran Payung Mbah Rasimun dalam Kolaborasi, Menuju Festival Payung Indonesia di Candi Prambanan

Foto: Kegiatan dalam Pameran Payung Mbah Rasimun di Gedung DKM, Kamis (19/11/2020). (ned)

BACAMALANG.COM – Tangan Susiati dengan telaten melipat dan menyusun daun-daun dalam sebuah tatanan yang rapi. Satu persatu daun itu ditempel dan dibentuk menjadi sebuah payung. Itulah sebagian dari kegiatan Pameran Payung Mbah Rasimun Dalam Kolaborasi di Gedung Dewan Kesenian, jln.Majapahit no.3, Kota Malang, Kamis (19/11/2020).

“Payung bukan hanya sebagai pelindung di musim hujan, tapi sarat dengan falsafah dalam penggunaannya di bidang seni budaya,” ungkap Susiati.

Ia mengatakan, salah satu contohnya adalah kreasi payung yang dibuatnya dari daun-daunan tersebut.
“Biasanya dipakai dalam acara prosesi pengantin,” ujarnya.

Susiati sendiri baru setahun terakhir belajar membuat payung. “Saya bersyukur masih bisa belajar uri-uri budaya, mengingat payung kreasi Mbah Rasimun adalah payung tradisional yang harus dilestarikan,” tandas wanita yang juga perajin batik ini.

Pameran payung Mbah Rasimun merupakan kegiatan tahunan yang kali ini memasuki yang ke 4 tahun.
Kegiatan yang berlangsung hingga 22 November ini dibuka dan dihadiri oleh Wakil Walikota Malang, Ir. H, Soyfan Edi Jarwoko, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini harus selalu berkoordinasi, dengan Pemkot Malang agar dapat terus berlangsung secara ajeq dan menjadi agenda tahunan guna menarik wisatawan.

“Saya sampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi bagi para seniman yang terus menerus berupaya untuk melestarikan seni budaya di Kota Malang,” ujarnya.

Wawali yang lebih akrab disapa Bung Edi ini juga berharap pelestarian seni dan budaya di Kota Malang dapat menjadi tanggung jawab bersama
“Agar nantinya anak cucu kita masih bisa melihat dan menikmatinya” tukasnya.

Yuyun selaku penyelenggara dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pameran payung ini bertujuan untuk menggalang dana selama 4 hari demi mengantar Mbah Rasimun ke Solo serta Payung berjumlah 100 pada tanggal 5-6 desember yang akan ditampilkan pada acara festival payung Indonesia di Candi Prambanan. Ia berharapkan agar pemerintah bisa mendukung kegiatan tersebut.

“Saya dan tim gabungan tentunya sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah, karena memang terus terang ini tahun pertama kami sendiri mau berangkat masih bingung bagaimana cara kami kesanaā€¯. ujar Yuyun dalam sambutannya. (lis/ned)