Dr Sri Untari Sebut Roland Pejuang Kemanusiaan

Foto: Penemuan jasad Roland, korban tanah longsor. (ist)

BACAMALANG.COM – Roland Sumarna (40), warga Griya Sulfat Inside ditemukan di Bendungan Senggutuh pada Rabu (20/1/2021) pagi dalam keadaaan meninggal dunia akibat banjir disertai tanah longsor.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Dr Sri Untari, menyampaikan turut berdukacita dan menyebut mendiang sebagai Pejuang Kemanusiaan. “Duka saya untuk Mas Roland. Karena selama Covid-19, almarhum selalu membantu masyarakat Bersama MCC (Malang Crisis Centre, red.), melakukan penyemprotan di mana-mana,” ujar Sri Untari.

Sri Untari berharap  keluarga korban mendapat kekuatan dan ketabahan. “Sebagai seorang relawan, dia tangguh. Sekali lagi selamat jalan, sang pejuang kemanusiaan,” tukas Sri Untari.

Forkopimda Berbelasungkawa

Mengetahui kabar ditemukanya Roland, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang langsung mendatangi rumah duka.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata memberikan doa di depan jenazah korban dan diikuti Wali Kota Malang, Sutiaji yang didampingi oleh Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona dan Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto melakukan shalat jenazah.

Setelah itu, jajaran Forkopimda mengantar keberangkatan jenazah korban menuju peristirahatan terakhir di kawasan Sukun, Kota Malang. “Saya turut berbelasungkawa. Saya bersaksi bahwa beliau adalah orang baik. Pak Roland, waktu kejadian meninggal untuk mempertahankan harta bendanya. InshaAllah, beliau mati syahid,” kata Sutiaji.

Untuk diketahui, kejadian tanah longsor di Griya Sulfat Inside ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (18/1/2021). Saat itu, Roland sedang membersihkan drainase tersumbat di depan rumahnya. Tak berselang lama, tanah halaman rumahnya longsor dan Roland terjatuh ke Sungai Bango. (had/yga)