Pengelola Tempat Wisata di Kota Batu Tanggapi Kebijakan PPKM

Foto: Alu-alun KWB. (https://www.javatravel.net/tempat-wisata-batu-malang)

Menindaklanjuti instruksi kementerian dalam negeri (Kemendagri) No. 01 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan guna meredam persebaran virus Covid-19, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali berlaku mulai tanggal 11-25 Januari 2021. Penerapan PPKM ini sama seperti PSBB, namun terdapat beberapa ketentuan baru. Hal ini dilakukan untuk membatasi kegiatan atau aktivitas masyarakat yang dapat berpotensi menimbulkan penularan virus Covid-19 seperti sekolah, bekerja, beribadah hingga berwisata. Pemerintah pusat menilai bahwa Malang Raya (termasuk Kota Batu) harus menerapkan PPKM, dikarenakan angka kematian akibat virus Covid-19 semakin meningkat.

Seperti yang diketahui, Wali Kota Batu telah menerbitkan SE (Surat Edaran) terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Dalam kebijakan PPKM dijelaskan bahwa seluruh kegiatan masyarakat termasuk destinasi wisata hanya dapat beroperasi sampai pukul 19.00 dan dapat dipastikan pukul 20.00 sudah tidak ada aktivitas lagi. Selain itu dalam kebijakan juga dijelaskan adanya pembatasan pengunjung sejumlah 50 persen dari kapasitas maksimal per harinya.

Dalam sektor pariwisata khususnya, Wali Kota Batu telah memberikan izin kepada para pengelola tempat wisata, hotel maupun restoran untuk tetap beroperasi pada masa PPKM ini, dengan syarat tetap mematuhi kebijakan kebijakan yang ada. Para pengelola tempat wisata tidak merasa keberatan dengan adanya kebijakan PPKM ini, dikarenakan pengelola wisata telah mendapatkan sertifikat dari dinas kesehatan terkait dan membentuk tim satgas, serta telah menyiapkan puluhan tempat cuci tangan lengkap dengan hand sanitizer guna mendukung penerapan protokol kesehatan.

Selama pandemi berlangsung para wisatawan yang datang relatif sedikit sehingga tidak terdapat kendala dalam penerapan protokol kesehatan dan pengawasan juga dapat dilakukan secara ketat dan maksimal.

Dengan melihat kebijakan yang ada, terdapat tempat wisata yang akhirnya memutuskan untuk tutup sementara pada masa PPKM ini, seperti wisata malam di Kota Batu yaitu Batu Night Spectacular (BNS). Menurut Manager BNS, pada normalnya jam buka BNS adalah pukul 15.00 – 23.00, namun pada masa PPKM batas jam operasional hanya sampai pukul 19.00. Pihak BNS tidak keberatan jika harus buka dari pukul 15.00-19.00, pada biasanya para wisatawan lebih banyak datang setelah maghrib, yang artinya hanya ada 1 jam dari jam ramai pengunjung. Namun hal ini dirasa kurang efektif karena minimnya pengunjung dan kebutuhan listrik yang banyak, sehingga menyebabkan biaya operasional yang tinggi. Maka dari itu pihak BNS memutuskan untuk tutup sementara agar tidak mengecewakan para pengunjung.

Banyak sektor yang sudah terdampak pandemi Covid-19, termasuk sektor pariwisata yang menurun drastis dari kondisi normalnya. Wali Kota Batu menyarankan agar masyarakat dapat mematuhi peraturan dan kebijakan yang ada, fokus berada di rumah dan tidak bepergian atau berwisata terlebih dahulu. Dengan adanya kebijakan PPKM, harapannya Kota Batu yang saat ini berada di zona oranye dapat kembali menjadi zona hijau, serta dapat meredam kasus penyebaran Covid-19.

*) Penulis : Fenni Agista Puspita, Mahasiswi Semester V Universitas Muhammadiyah Jurusan Akuntansi.

*) Tulisan ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis