Seorang Guru di Kabupaten Malang Bisnis Ikan Cupang

Foto: Farid saat melayani pembeli ikan cupang. (Yon)

BACAMALANG.COM – Peminat ikan Cupang mendadak populer di Kabupaten Malang. Selain disukai semua kalangan usia teturatama anak- anak sebagai hobi, ikan tersebut menjadi bisnis yang menguntungkan selama pandemi Covid-19.

Farid Pribadi, warga Jalan Kauman RT 08 RW 02 Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang sebagai penghobi ikan juga sudah cukup lama membudidayakan ikan cupang hias berbagai jenis. Selain itu juga menjual serta menyediakan peralatan pendukung seperti aquarium, obat dan pasir.

“Karena waktu lebih banyak dirumah dimasa pandemi, waktu ini yang Saya manfaatkan untuk menghasilkan pendapatan tambahan,” ungkapnya.

Pria yang berprofesi sebagai guru di SDN Lowokwaru 2 Kota Malang ini menyebut, di ruang tamu rumahnya yang sederhana ikan cupang hias tersebut dijejerkan dalam wadah berbahan kaca dan toples dengan susunan rapi di atas rak.

Di bawah rak tersebut, terdapat beberapa ekor anak ikan cupang dalam wadah styrofoam dan beberapa ekor ikan lainnya ditempatkan di samping pintu depan rumah.

Bisnis ikan cupang ini, dia rintis baru empat bulan di massa pandemi. Menurutnya, memang sangat cocok untuk bisnis tambahan dengan memanfaatkan media sosial. Bahkan namanya kini dikenal sebagai peternak ikan cupang di Kabupaten Malang, khususnya di Kecamatan Pakisaji.

Selain itu, pemasaran bisnis ikan cupang menggunakan media online dan pemasaran untuk Malang Raya saja. Harga Cupang hias hasil ternak milik Farid ini, cukup bervariatif mulai mulai harga Rp 150 ribu per ekor sampai yang murah bagi anak-anak yakni sekitar Rp 5 ribu.

“Kalau sekarang yang lagi tren di pasaran jenis cupang multi colour dan nemo,” kata Farid saat ditemui di rumahnya, sembari mengepak pesanan ikan cupang yang bakal dikirim ke Malang Selatan, Rabu (20/01/2021).

Ia menjelaskan, untuk air yang digunakan memelihara ikan cupang ini adalah air sumur atau air PDAM. “Untuk pakannya jentik nyamuk, artemia dan kutu air. Kalau pelet ikan aku enggak kasih, karena bisa menghambat pertumbuhan,” jelas dia.

Dalam menjalankan usahanya, Farid melakukannya setelah pulang dari kantor. Karena merasa sebagai pemula, dirinya masih belum berani mengikuti kontes. “Tetapi kalau melihat acara kontes ikan cupang pernah,” imbuhnya. (Yon/Yga)