In Memoriam Aziz Franklin, Sempat Diusulkan Masuk Nominasi Ikon Prestasi Pancasila

Alm Aziz Franklin (tengah). (ist)

BACAMALANG.COM – Dinilai multitalenta dan berprestasi, Aziz Franklin atau Kak Aziz Penpernah diusulkan masuk nominasi Ikon Prestasi Pancasila tahun 2021 oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Aziz Franklin di kalangan masyarakat juga dikenal sapaan Kak Aziz Pendongeng karena kepiawaiannya mendongeng. Legenda seniman multitalenta asal Malang itu kini telah meninggal dunia pada Jumat (19/2/2021).

“Tahun 2021 ini ada usulan agar beliau diikutkan nominasi Ikon Prestasi Pancasila. Keterlibatan almarhum dalam Gerakan Budaya dan laku hidup almarhum yang sederhana dan inklusif sangat memenuhi syarat sebagai Ikon Prestasi Pancasila,” jelas Wakil Ketua BPIP, Prof Hariyono.

Ia mengaku sering melihat langsung aktivitas kemanusiaan dan kesenian yang dilakukan Kak Aziz. Ia pernah menyaksikan langsung atraksi almarhum mengajak anak-anak untuk bernyanyi dan mendongeng tentang nilai-nilai luhur sebagai bagian dari nilai-nilai Pancasila.

“Anak-anak sangat ceria dan bisa mengikuti kisah yang diceritakan. Saya makin kagum karena di tengah-tengah mendongeng diselingi dengan permainan sulap yang lucu. Sosialisasi nilai-nilai kebajikan menjadi tidak membosankan,” kata Hariyono.

Piawai mainkan alat musik

Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) itu juga pernah menyaksikan kepiawaian Kak Aziz piawai dalam menyanyi dan memainkan alat-alat musik. Sebab itu, Kak Aziz di mata Hariyono adalah seniman yang multitalenta.

Berdasarkan itu lah, lanjut Hariyono, Kak Aziz bersama seniman terkenal lainnya sempat diundang oleh BPIP untuk mengikuti sosialisasi nilai-nilai Pancasila secara kreatif dan inovatif.

Usulan dan rencana itu semua gagal. Kak Aziz lebih dulu dipanggil Tuhan Yang Maha Esa. Kak Aziz telah tiada, tapi karya dan perjuangannya tetap dikenang.

“Semoga almarhum damai di sisi-Nya.
Jejak pergerakan budaya Kang Azis Pendongeng akan dikenang sepanjang masa. Semoga Kita dan generasi muda dapat belajar dan mengambil hikmah dari perjalanan hidup Kak Azis Pendongeng,” pungkasnya. (*)