Menangi National Karate Championship 2020, Rafid Rabbani Harumkan UMM

Foto: Rafid Rabbani, mahasiswa UMM. (hum)

BACAMALANG.COM – Satu lagi prestasi ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rafid Rabbani berhasil menyabet medali perunggu dalam DIVIF 2 KOSTRAD Open III National Karate Championship 2020 hingga menjadikan nama UMM semakin berkibar.

“Alhamdulillah, saya berhasil mendapat medali perunggu dalam DIVIF 2 KOSTRAD Open III National Karate Championship 2020,” tandas
Rafid Rabbani Jumat (20/3/2020).

Seperti diketahui, UMM kembali mencatatkan portofolio sederet penghargaan nasional di bidang olahraga karate.

Salah satu mahasiswanya Rafid Rabbani sukses menggondol medali perunggu dalam DIVIF 2 KOSTRAD Open III National Karate Championship 2020.

Even olahraga ini merupakan kejuaran karate nasional yang diselenggarakan oleh Divif 2 Kostrad Singosari, Malang, setiap tahunnya.

Rafid Rabbani merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi yang aktif mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate.

Perjuangan Rafid untuk berada pada podium ketiga tersebut tidak bisa dianggap enteng. Mahasiswa kelahiran Cilacap 21 tahun silam ini mengungkapkan asam-pahitnya perjuangan dalam latihan.

“Dulu sih aku mulai dari latihan di Dojo Amura Balangan. Latihan reguler 3 kali seminggu. Kalau persiapan kejuaraan ikut privat dengan pelatih luar daerah, biasanya latihan sampai 3 kali sehari. Untuk sekarang, kadang latihan di Dojo Inkado UMM di Aula Masjid, kadang juga di Student Center untuk latihan fisik dan teknik. Seringnya latihan mandiri misalnya skipping, joging, ya latihan fisik ringan,” ungkap Rafid.

Jalan menuju kemenangan adalah jalan perjuangan, begitupun yang dirasakan oleh Rafid dalam persiapannya menuju pertandingan. Meskipun telah memulai latihan karate sejak berusia 13 tahun, ternyata banyak rintangan yang harus dihadapi selama masa pelatihannya tersebut.

Menurutnya, tantangan terberat selama persiapan adalah konsistensi untuk latihan serta membagi waktu untuk tugas kuliah, latihan, serta organisasi.

Setelah berhasil menyumbangkan prestasi untuk kampus tercinta, tidak serta-merta membuatnya berbangga diri.

“Kemenangan yang saya raih merupakan sumbangsih dari banyak pihak. Dukungan terbesar tentu saja dari orang tua yang do’anya menjadi tiket juara yang paling manjur. Kemudian ada pelatih yang dari awal tanpa henti terus mendorong saya. Selain itu lingkungan pertemanan saya juga tidak luput dalam memberikan support. Sehingga semua itu mempengaruhi semangat saya,” jelasnya.

Dikatakannya, dirinya selalu memberikan dukungan untuk usaha yang dilakukan teman-temannya. “Saya selalu memberikan kata penyemangat teman lain untuk dukungan moril. Terakhir, untuk teman-teman yang sedang mengerjakan sesuatu, fokuslah 100% dengan apa yang dikerjakan saat ini,” tutup mahasiswa yang juga sedang aktif di organisasi daerah Kerukunan Mahasiswa Balangan Malang tersebut. (hum/had)