Pemdes Sananrejo Turen Bagikan Insentif 69 Guru Ngaji

Foto: Pemdes Sananrejo Turen berikan insentif guru ngaji. (ist)

BACAMALANG.COM – Pemerintahan Desa (Pemdes) Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang menyerahkan insentif kepada 69 guru ngaji, Rabu (20/5/2020).

“Guru ngaji adalah orang yang paling berjasa dalam meletakkan pondasi keimanan dan baca tulis Al Qur’an anak. Karena itu kerjasama para guru ngaji diharap terus berkesinambungan,” tutur Kepala Desa Sananrejo Kecamatan Turen Hj. Erna Yustining AMD.

Erna menegaskan selain menyerahkan insentif setiap tahun, juga ada tambahan parcel.

“Awalnya berupa nominal uang seperti yang tercantum dalam pos ADD tahun 2020. Namun atas kesepakatan bersama, bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk jas almamater. Ada sebanyak 69 guru ngaji yang tersebar di 19 TPQ Desa Sananrejo,” terang Erna.

Erna juga berharap adanya kerjasama semua guru ngaji agar tetap menjaga kekompakan, dan tali silaturahim dengan Pemerintah Desa dengan para guru ngaji.

“Untuk menjalin kesinambungan hubungan antara Pemerintah Desa
dengan para guru ngaji, kami berikan sebuah tali asih. Karena mereka telah banyak berbuat dalam memberikan ilmunya kepada anak-anak sebagai generasi penerus,” jelas Hj.Erna.

Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Guru TPQ Desa Sananrejo H.Sunanto mengungkapkan rasa terimakasih atas kepedulian Pemerintah Desa terhadap para guru ngaji.

Pria yang juga Ketua Ranting NU Desa Sananrejo Timur ini mengatakan, Pemdes Sananrejo sudah mengcover serta membantu dalam baca tulis Al-Qur’an.

“Karena ini sangat penting untuk generasi penerus Kita. Apalagi, Al-Qur’an sangat penting untuk membina mental dan akhlaq generasi penerus yang ditentukan di TPQ ini,” tandas Sunanto.

Untuk itu, pihaknya terus menjalin kerjasama erat antar ulama’ dan umaro’ di desa Sananrejo, sehingga nanti apa yang ia upayakan menjadi manusia yang berakhlak.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Sananrejo dan semua perangkat terkait ikut memperhatikan kesejahteraan guru ngaji. Semuga ke depan semakin ditingkatkan lagi agar TPQ semakin berkembang dilanjutkan dengan Ponpesnya sehingga terbentuk nilai-nilai mulia dalam pembinaan mental manusia,” tutup Sunanto. (had/red)