18KM, Album Kompilasi Keren Seniman Musik Malang dan Batu

Foto: Para musisi saat peluncuran Album "18KM" bersama Walikota Batu Dewanti Rumpoko di Hotel Aston Inn Batu, Minggu (19/7/2020). (nedi putra aw)

BACAMALANG.COM – Pandemi ternyata tak bisa menghalangi para seniman untuk terus berkarya. Setidaknya hal ini terlihat dari peluncuran sebuah album kolaborasi dari sejumlah musisi dari Malang Raya pada Sabtu, 18 Juli 2020.

Bernaung di dalam Oneng Sugiarta Entertainment, lahirlah sebuah album bertajuk 18KM, yang berisi 9 lagu dari 9 pekerja seni. Mereka adalah C4, The Kenatha, Sayangku, Gita, Tony Aksa & Yudek, Samid-Vino-Amel, Wahyu Krist-Artfani & The MC, Manis Manjah dan Yunna Amora.

Layaknya sebuah kolaborasi, maka beragam jenis musik ada di dalam album yang CD-nya dijual satu paket dengan hand sanitizer dan masker dalam satu box ini. Seperti C4, siapa yang tak kenal dengan band yang digawangi Norman Tolle ini. Berkarya sejak tahun 2001 dengan personel jebolan Home Band Universitas Brawijaya, C4 menjadi pembuka dengan komposisi bertajuk Cahaya.

“Kami tetap dengan gaya musik kami yang menyuarakan perlawanan dan kritik sosial meski secara eksplisit,” ungkap Rio, bass session player C4 di sela press conference di Hotel Aston Inn Batu, Minggu (19/07/2020).

Namun Rio mengaku bahwa single “Cahaya” yang bercorak funk ini adalah sebuah lagu rohani, yang merupakan terjemahan dari doa iftitah. “Lagu ini baru saja kami garap di bulan puasa lalu,” timpal vokalis C4, Meme.

Cewek yang warna vokalnya kental dengan karakter anime Jepang ini mengaku bahwa pada intinya musik adalah sarana mencurahkan uneg-uneg kami dengan berekspresi, sebagai alter ego masing-masing personelnya.

Sementara duo The Kenatha yang terdiri pasangan suami istri Indra dan Artfani melantunkan “Beautiful Moment” karya Oneng Sugiarta, sebuah lagu syahdu yang disajikan dalam bahasa Inggris, Indonesia dan sepenggal langgam Jawa.
Dan ada lagu pamungkas “Stalking Kamu” dari Yunna Amora yang pas untuk urusan goyang.

Lagu lainnya di album kompilasi yang mengusung beragam genre ini menunjukkan bahwa Malang adalah gudangnya para musisi berbakat. Oneng Sugiarta, MC kondang yang juga produser album ini mengatakan, masa pandemi membuat semua sektor, termasuk bidang entertain terdampak. “Saya ajak rekan-rekan entainer di Malang Raya, termasuk Batu, untuk kolaborasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lagu-lagu di album ini rata-rata sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital, termasuk Spotfy, iTunes maupun YouTube. Oneng mengaku bahwa album ini sebenarnya merupakan hasil ‘obrolan’-nya dengan Walikota Batu Dewanti Rumpoko. “Judul 18 KM, diambil dari jarak antara rumah saya di Malang dengan Kota Batu,” tandasnya.

Dewanti Rumpoko sendiri sangat mengapresiasi peluncuran album kompilasi para seniman musik ini. “Kuncinya adalah semangat untuk bangkit dari situasi ini,” pungkasnya. (ned)