Unisma dan Pemkab Malang Berbagi Tugas dalam Workshop Kewirausahaan UMKM di Era Digital

Foto: Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi (kiri), mendampingi Bupati Malang H Sanusi dalam Workshop Kewirausahaan di kampus Unisma, Minggu (20/9/2020). (ned)

BACAMALANG.COM – Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Workshop Kewirausahaan di era digital bagi UMKM Kabupaten Malang, Minggu (20/9/2020).

Kegiatan ini merupakan kerjasama pemkab Malang dengan Unisma yang dihelat di Ruang seminar KH. Oesman Mansoer. Acara ini diikuti 132 UMKM dari kabupaten Malang.

Rektor Unisma Prof Dr Maskuri Mau mengungkapkan, workshop ini merupakan oencerahan untuk pengembangan UMKM. “Workshop ini juga sebagai implementasi kerjasama Bupati Malang dengan Unisma,” imbuhnya, Minggu (20/9/2020).

Maskuri mengatakan, sebelumnya kerjasama ini sudah dilakukan Unisma dengan Pemkab Malang lewat pengembangkan jagung di Singosari. “Selain itu kami juga sedang mempersiapkan bagaimana meningkatkan produktivitas sapi perah dan bidang pertanian lainnya,” paparnya.

Maskuri menegaskan, kegiatan ini juga sebagai implementasi merdeka belajar, dengan banyak bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah serta para pengusaha. “Mari berpartner agar kita sama-sama sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Malang Sanusi menyambut baik kegiatan workshop ini. “Harapannya, semoga ke depan bisa berlanjut,” ungkapnya.

Sanusi mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan Pasar online untuk beberapa pasar tradisional, seperti di Gondanglegi dan Pakis.
“Tentunya hal ini bisa digunakan sebagai modal untuk dikolaborasikan dengan para pengusaha maupun pelaku UMKM dalam memasarkan produknya,” jelas Sanusi.

Lebih lanjut Sanusi menerangkan bahwa kerjasama ini merupakan upaya berbagi tugas. “Unisma akan mengembangkan kualitas SDM sementara dari Pemkab ada beberapa kemudahan yang akan diberikan, seperti Perizinan, termasuk sertifikasi halal gratis, hingga permodalan,” urainya.

Sanusi sendiri menyempatkan membeli beberapa produk UMKM yang dipajang dalam kegiatan tersebut, salah satunya lukisan bordir dari Lawang dan mencoba produk sepatu kulit dari Kecamatan Pakisaji.

“Saya bersyukur bisa mendapat kesempatan menggali ilmu dari acara ini,” tandas Iim Nurus Sururi, perajin sandal dan sepatu kulit dari Pakisaji tersebut. (ned)