Kampung Putih Fest, Inovasi Dongkrak Wisata di Kala Pandemi

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko (ist)

BACAMALANG.COM – Wisata Kampung Putih yang berada di kawasan RW 06 kelurahan Klojen tidak terlihat sepi seperti hari-hari biasanya, Minggu,18 Oktober 2020.

Keramaian warga sudah terlihat dari atas perlintasan jembatan Malang-Surabaya tersebut. Kampung Putih Fest adalah acara pertama kali yang diadakan di kampung ini. Acara tersebut menjadi penghibur warga dan penyemangat warga di sela-sela hidup di tengah pandemi, event yang mungkin sederhana ini juga dapat mengembalikan ekonomi para masyarakat sekitar sejak pandemi ini masih berlanjut.

Kampung Putih Fest ini merupakan salah satu 15 event yang diadakan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, yang bekerjasama dengan Forum Kelompok Sadar Wisata Kota Malang.

“Kegiatan semacam ini dan sederhana ini mungkin dapat menambah dan meningkatkan imunitas warga di tengah kehidupan pandemi ini, mungkin juga para tamu undangan dapat mempromosikan kampung putih terhadap orang diluar sana,” ujar salah satu warga, Siti.

Kampung Putih Fest ini diadakan dengan rangkaian acara, senam pagi dilanjutkan dengan hiburan dan juga bazar warga.

Minuman dan makanan tradisional yang dijual oleh warga untuk para peserta senam dan para warga.

Disela kegiatan tersebut ada penyerahan hidroponik bambu untuk diserahkan kepada RT setempat, hidroponik bambu ini menjadikan keunikan sendiri dibandingkan hidroponik seperti biasanya, hidroponik bambu ini dicetuskan oleh Joko Sungkono dan Purnomo Rasdiana.

“Mungkin kita buat keunikan sendiri dan inovasi yang dapat membedakan hidroponik hidroponik seperti sebelumnya yang sudah tersebar pada masyarakat umumnya,” ujar Joko.

Ditempat akhir dan sebagai acara penutup pada festival ini, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyempatkan untuk menanam pohon pada kawasan taman di RT 07, dengan tujuan mencegah terjadinya erosi atau tanah longsor di sekitaran aliran sungai Brantas, penanaman pohon sebelumnya juga dilakukan di daerah Kutho Bedah yang berada di kawasan Polehan.

“Wisata Susur Sungai yang mungkin menjadi inovasi sekarang, yang dapat meningkatkan kota Malang ini dari segi segi perekonomian dan lain sebagainya, inovasi ini menjadi inovasi yang mahal, mungkin kata orang Indonesia biasa saja, tapi kalau menurut orang luar negeri bisa menjadi suatu hal yang baru dan luar biasa, mungkin ini yang bisa ditingkatkan, karena wisata susur sungai ini dimulai dari kampung putih menuju kampung biru, kampung warna warni, dan kampung 3D”. Ujar Sofyan dalam pertemuan dengan wartawan pagi itu.

Inovasi tersebut diharapkan juga dapat meningkatkan efektivitas warga sekitar, khususnya yang tinggal di wilayah RSSA, PLN, Brawijaya Edu Park, ini mungkin yang bisa kita tunggu untuk melakukan inovasi tersebut.(wah/zuk)

Pewarta : David Rakha