Penguatan Usaha Kecil untuk Mendapatkan Pendanaan

Foto: Pietra Widiadi. (had)

Oleh : Pietra Widiadi

Pada kali ini, Minggu 18 Oktober 2020 pada kegiatan Ngobrol Bareng Hari Minggu di Pendopo Kembang Kopi, mengetengahkan konsultasi untuk menyusun rencana usaha sebagai dasar untuk mengajukan pinjaman dari lembaga keuangan bank dan non-bank.

Pada kesempatan ini, kegiatan ini dilakukan bersama dengan LPPM Universitas Hasyim Asyari (Umaha) Sepanjang, Sidoarjo.

Umumnya warga dengan kegiatan usaha kecil di desa tidak memiliki catatan yang cukup rapi untuk dipakai sebagai dasar bukti penerimaan dan pengeluaran yang cukup jelas.

Misalnya, Pak Suprat, salah satu petani kopi memiliki lahan seluas 0.5 ha dan melakukan pembelian Kopi pada petani lain, serta kegiatan usaha lain yang dilakukan dengan luasan lahan 0.5 ha tersebut, menghasilkan pendapatan yang cukup untuk upaya peminjaman dana dari KUR, misalnya.

Ternyata 0.5 ha lahan yang dikelola menghasilkan 2.5 ton kopi basah dan mendapatkan kopi kering sebesar 1.5 ton dengan harga Rp 21.000/kg. dari lahan tersebut Pak Suprat ternyata mendapatkan tambahan pendapatan dari 10 tanaman Cengkeh usia 15 tahun, dan Singkong yang ditanam di sela-sela Kopi dan Cengkeh.

Penghitungan semacam itu, tidak pernah dilakukan sehingga saat ditanya petugas bank atau kredit yang melakukan penilaian usaha, Pak Suprat menyebutkan bahwa pendapatannya hanya Rp 10.000.000 per tahun.

Tentu petugas bank akan mengatakan bahwa Pak Suprat tidak layak untuk mendapatkan KUR sebesar kurang dari Rp 50 juta.

Jadi selesai sudah upaya untuk mengajukan KUR karena dalam penilaian Pak Suprat tidak menunjukkan kinerja sebagai usaha petani Kopi yang mumpuni.

Pentingnya Pendampingan

Dari pertemuan ini, dengan beberapa kasus yang sama dalam melakukan konsultasi itu mereka, usaha kecil yang dilakukan layak untuk mendapatkan KUR.

Ditemukan pola bahwa sebelum mengajukan kredit, baik KUR maupun Non-KUR, perlu dilakukan pendampingan dan bantuan persiapan dalam menyusun perhitungan pendapatan dan pengeluaran dari usaha yang sudah dilakukan, namun tidak pernah dicatat.

Kerja bareng dengan Umaha ini, dalam menyelenggarakan konsultasi ini menemukan cara dan mampu memberikan pemahaman kepada 10 usaha kecil di Desa Sumbersuko.

Upaya ini terus dilakukan supaya usaha sektor pertanian kecil mendapatkan kesempatan mengembangkan usaha berkat dukungan permodalan perbankan, melalui KUR.

Untuk itu, Pendopo Kembang Kopi sudah melengkapinya dengan melakukan kerja bareng bersama BNI UB, Malang.

Penulis adalah Founder Dial Foundation, owner Pendopo Kembang Kopi Wagir, dan WWF Indonesia sebagai Policy dan Governance Leader.