Soal Limbah Ayam Goreng Nelongso Batu, Ketua RT dan LSM YUA Jatim Bakal Laporkan

Foto: Deri Resi selaku wakil Manager Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso cabang Batu, saat memberikan klarifikasi kepada awak media. (Eko)

BACAMALANG.COM – Warga masyarakat Jalan Bromo, RW 12, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu diresahkan dengan adanya limbah buangan dari Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso yang berlokasi di Jalan Bromo, RW 10 atau lebih tepatnya di pertigaan Wasis.

Keresahan warga bukan tanpa sebab dan alasan, pasalnya warga kerap mencium aroma bau tak sedap yang acap kali tercium kala limbah penampungan meluber, hingga menyebar sampai ke RW 12.

Berdasarkan laporan dari warga di sekitar lokasi, Ketua RT 12, RW 10, Eko Sudarmanto mengatakan, bahwa dirinya mengaku seringkali mendapat laporan dari warganya, penyebabnya soal bau tak sedap yang dihasilkan dari limbah buangan restoran Ayam Goreng Nelongso.

“Beberapa warga yang melapor ke saya mereka mengaku sering mencium bau tak sedap di depan rumahnya. Karena menurutnya, hal itu dikarenakan tampungan limbah yang dibuat oleh rumah makan tersebut, tidak muat untuk menampung sisa-sisa hasil dari buangan makanan di Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso,” kata Eko kepada awak media, pada Selasa (20/10/20).

Ditambahkan Eko, bahwasanya limbah sisa buangan makanan dari Rumah Makan Ayam Nelongso tersebut, mengalir ke badan jalan dan mengalir ke sungai hingga pemukiman warga.

“Kami sebagai Ketua RT 12, RW 10 sudah pernah sempat menegur kepada pihak manajemen Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso. Akan tetapi, tidak ada tindakan sama sekali. Sampai saya sendiri bersama warga, meminjam genset untuk menyedot, menyemprot dan membersihkan jalan yang terkena luberan dari limbah buangan itu.

Saat disingung jika tetap tidak ada tindakan dan terulang kembali, lebih lanjut Eko mengegaskan, bahwa ia bersama warga yang terdampak bakal melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Batu dan Wali Kota Batu.

“Jika terus-terusan dan selalu membuat resah warga kami, ya saya harus melaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Wali Kota Batu, tujuannya agar supaya ada tindakan tegas. Karena ini sudah mencemari lingkungan dan fasilitas umum, serta menganggu ketertiban warga. Kami selaku RT kan cuma laporan, dan yang mengambil tindakan pihak yang berwenang,” ungkapnya mempertegas.

Terpisah, menyikapi persoalan tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ujung Aspal (YUA) Jawa Timur Alex Yudawan, SH mengatakan, bahwa terkait dengan limbah buangan dari Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso itu, dirinya bakal mengirimkan surat dan melaporkan kepada semua pihak terkait, sekaligus mempertanyakan perihal izin, serta permasalahan pembuangan limbah tersebut.

“Kalau ini dibiarkan, maka nantinya dapat mengakibatkan pada pencemaran lingkungan, menganggu kesehatan, menganggu kelangsungan hidup manusia, serta kerusakan lingkungan hidup,” kata Alex Yudawan kepada awak media.

Hal itu dia sampaikan, berdasarkan pada pasal 15 undang-undang nomor 10, tahun 2009 tentang kepariwisataan, dan pasal 4 tentang peraturan menteri pariwisata nomor 16 tahun 2016.

“Selain itu, Perda Kota Batu nomor 2 tahun 2014, Perwali Batu nomor 103 tahun 2018, undang-undang nomor 32 tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Dirinya meminta, agar dinas terkait segera memeriksa, mengkonfirmasi kepada pihak Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso.

“Bilamana memang ditemukan permasalah yang menyangkut hajat hidup dan kemaslahatan warga, maka kami mendesak kepada Pemerintah Kota Batu, agar menutup izin operasional Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso,” ungkap dia.

Sementara itu, Deri Resi selaku Wakil Manager Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, bahwa soal melubernya limbah buangan tersebut merupakan unsur ketidaksengajaan dari manajemen.

“Saya mewakili manajemen Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso menyampaikan permohonan maaf, atas apa yang membuat warga sampai resah, karena setiap tempat usaha seperti kejadian di sini sampai meluber ke jalan raya itu kita tidak ada kesengajaan,” terang dia.

Dirinya menambahkan, bahwa melubernya limbah tersebut sebenarnya dikarenakan letak dan posisi Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso berada di jalur bawah.

“Sebenarnya, soal melubernya limbah buangan disini itu jalur yang ada di atas itu turun ke bawah, dan titiknya itu di Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso, jadi itu penyebabnya. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, saya sekali lagi mohon maaf. Dan ke depan, kita akan lebih baik lagi. Terima kasih teman-teman media sudah sowan (berkunjung-red) ke sini,” tandasnya. (Eko)