Pandemi, Martabak Ayam Mini Pamisya Food Tetap Survive

Foto : Usai kegiatan belajar di Ayo Sinau Wagir. (ist)

BACAMALANG.COM – Bisnis bidang kuliner seolah tidak ada matinya, selama dijalankan dengan tekun dan inovatif. Salah satu yang layak dijadikan inspirasi adalah usaha kuliner Martabak Ayam Mini Pamisya Food di Jalan Brantas Kota Batu yang makin banyak pembelinya.

“Saya sejak Maret 2020 buka usaha ini. Alasan buka usaha ya karena pandemi. Ingin mendapat sumber usaha untuk menghidupi keluarga sehari-hari,” tegas
Alfian Angga Saputra, Sabtu (20/2/2021).

Ia menceritakan, modal pertama Rp 14 ribu, dengan pinjam rombong, kompor, sampai tabung gas. Selanjutnya ia membuka usaha di Jalan Brantas Kota Batu dekat Pasar Gentengan.

Harga satu martabak cukup murah hanya Rp 3.000 saja. Ia menjual martabak ayam mini 3 jenis meliputi Original, Pedas dan Mozarella. Harga yang original dan pedas Rp 3000 dan Mozarella Rp 5000.

Ia menjual satuan Rp 3000. Paling banyak satu kotak isi 7 biji. Rata-rata standartnya satu kotak berisi 5 biji dengan harga Rp 15 ribu.

Rombong setiap hari buka pukul 06.00 – 10. 00 WIB. Kalau sore buka lagi pukul 16.00- 21.00 WIB. Omset 1 bulan Rp 5 juta per bulan.

‘Saya suka kuliner, belajar sendiri dibantu mertua saya awalnya. Kebetulan saya juga kerja di Hotel Pohon Inn,” urainya.

Ia menjelaskan, keunggulan produknya adalah dengan harga yang minimalis tapi rasa maksimal.

Untuk penjualan dirinya langsung live cocking di booth. Ia juga melayani delivery order, dan juga jualan online lewat sosial media.

Ia mengatakan, kebetulan buka mulai pandemi. “Jadi alhamdullilah gak ada dampak, malah menjadi tambahan kebutuhan rumah tangga saya. Tapi tentunya harus mempunyai niat, ikhlas, sabar, tekun, dan selalu bersyukur. Disini InshaAllah akan menjadi kesuksesan. Bagi yang pingin tahu info lanjutan bisa kunjungi IG pamisya food,” pungkasnya. (had)