SMKN 1 Singosari Kembangkan Mobil Ramah Lingkungan

Foto: SMKN 1 Singosari kembangkan mobil listrik. (yon)

BACAMALANG.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Singosari saat ini sedang mengembangkan mobil ramah lingkungan.
Mobil ini awalnya adalah mobil listrik, kemudian dikembangkan untuk dilengkapi dengan solar cell.

“Jadi mobil ini bisa dua cara pengisian baterainya. Pertama menggunakan solar cell panas matahari untuk mengisi baterai dan kedua dari listrik PLN, dengan mengecharge ke aliran listrik untuk pengisian baterai, kata Kepala SMKN 1 Singosari, Drs Imam MMT.

Ia menjelaskan, pengembangan ini dilakukan mengingat saat ini dunia sedang mengembangkan mobil listrik. “Skaligus untuk eksperimen siswa-siswi,” jelasnya.

Selain itu, latar abelakang pengembangan mobil listrik karena menurut para ahli bahwa bahan bakar fosil akan habis, bahkan dipredikai 20 tahun lagi habis dan pom bensin tidak ada lagi.

Ia menambahkan, program mobil listrik di SMKN 1 Singosari sudah ada sejak 3 tahun yang lalu dengan Tema Solar Electrical Car. Pengerjaannya dilakukan oleh siswa-siswi jurusan Listrik Instalasi, Teknik Kendaraan Otomotif dan Otomasi Industri

“Karena saat ini mobil listrik akan dijadikan mobil nasional, sehingga SMKN 1 Singosari ikut dalam pengembangan,” paparnya.

Hasil karya dari siswanya ini, lanjut dia, mampu berjalan untuk tanjakan dengan spesifikfakasi kapasitas jarak tempuh sekitar 10 kilometer dengan beban maksimum 12000 kg.

“Harapannya anak-anak terus belajar dan berinovasi untuk terus mengikuti perkembangan jaman, karena kedepan tantangan semakin komplek,” tuturnya.

Samsul Muarif, Kepala Jurusan Otomasi Industri SMKN 1 Singosari menambahkan, sebenarnya mobil listrik ini dipersiapankan dengan rangkaian yang menyesuaikan kebutuhan bahan baku.

“Karena bahan bakunya tidak semua tersedia. Kita sudah lama buat program ini, ya kalau kita paksakan biayanya cukup besar sehingga perlu waktu,” ungkapnya.

Problem yang ditemui, adalah dalam research yang masih membutuhkan penyesuaian kondisi mobil yang ada di pasaran dan aplikasi yang harus diterapkan sesuai ilmu yang ada.

“Saat ini kita runing umum dengan jarak normal untuk mengetahui kemampuan baterai, karena normalnya satu jam habis,” tandasnya.

Mochamad Naufal, siswa kelas 12 di SMKN 1 Singosari memaparkan, cara kerja motor listrik ini menggunakan dua tenaga solar cell yang bisa dipergunakan saat matahari terik. Dimana secara otomatis bisa mengisi daya ke baterai apabila cuaca tidak mendukung.

“Mobil ini dalam proses pengisian dayanya dengan menggunakan tenaga listrik. Kemampuan bateri setelah di charger 1 jam bisa untuk jarak tempuh 10 kilometer. Tetapi apabila ada bantuan sinar matahari dimungkinan jarak tempuhnya lebih panjang,” jelasnya. (yon/red)