Volunteer LBH Malang Beri Edukasi dengan Tema Nikah Siri

Foto: Kegiatan volunteer LBH Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Banyaknya dampak negatif dari adanya nikah siri mendorong volunteer LBH Malang melakukan sosialisasi-edukasi bersifat preventif yang berjalan sukses.

“Giat ini diinisiasi oleh adek – adek Volunteer di LBH Kami, saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung berjalannya giat ini. Karena jumlah perkara yang timbul di masyarakat terkait seputar nikah siri cukup banyak, mulai yang memakai dalih nikah siri setelah itu perempuannya ditinggalkan saat mengandung dan tingginya angka perceraian di Malang Raya yang salah satu penyebabnya suami ini telah nikah siri tanpa sepengetahuan istri sahnya”, ucap ketua LBH Malang Andi Rachmanto, S.H, Sabtu, (20/02/2021).

Sekilas informasi, giat inisiasi volunteer LBH Malang bertema Nikah Siri dalam perspektif hukum dan sosial dengan judul ‘Nikah Siri antara Solusi & Birahi’ berjalan meriah.

Bertempat di balai desa Pesanggrahan kota Batu dan mendatangkan beberapa nara sumber berkompeten dari Universitas Merdeka Malang dan UNISMA diantaranya DR. Indrawati, S.H., M.Hum, Khotbatul Laila, S.H., M.Hum, DR. Kadek Wiwik Indrayanti, S.H., M.Sc, M.Fahrudin Andriyansyah, Amd., S.H., M.H.

Para peserta yang merupakan pengurus / kader PKK dan tokoh masyarakat antusias ketika mengemukakan realita di lapangan maupun didalam menyampaikan pertanyaan.

Sementara itu Imam Wahyudi selaku kepala Desa Pesanggrahan sangat berterimakasih atas diselenggarakan giat ini di wilayahnya.

“Terimakasih kepada rekan – rekan LBH Malang selaku penyelenggara, meskipun didalam data yang masuk di Kami terkait kasus seperti pernikahan siri amat jarang tapi fakta di lapangan lain, buktinya para peserta sangat antusias dalam menyampaikan pertanyaan yang mana hal – hal yang ditanyakan itu merupakan kejadian yang dialami,” terang Wahyudi.

Sinergi dan Himbauan Melapor

Andi Rachmanto, S.H selaku Ketua LBH Malang yang juga memandu langsung jalannya acara menyampaikan bahwasanya giat ini kali merupakan upaya sebagai wujud upaya prefentif menekan perkara – perkara yang timbul akibat nikah siri.

Selain bekerjasama dengan Pemerintah Desa Pesanggrahan kegiatan ini juga disuport oleh beberapa pihak diantaranya Hill House, Baloga, dan juga Yayasan Amal Sosial Ash Shohwah (YASA).

Andi menambahkan LBH merupakan tempatnya perkara – perkara yang mayoritas masyarakat awam (kecil – red) sebagai korban, dan terkait perlindungan perempuan di LBH Malang terdapat divisi PPA (Perlindungan Perempuan & Anak).

“Bagi masyarakat yang terjerat masalah hukum jangan segan tuk datang ke LBH, bagi ibu – ibu / perempuan sebagai korban atau pelapor nantinya akan dilayani divisi PPA yang didalamnya berisikan para ‘Srikandi LBH’ (Yuli Alifiyah, S.H., M.Hum, RR.Mahardika Prastiti, S.H, Selvi Wisuda, S.H., M.H, dan Roihatu Janah, S.H.). Serta anak korban penelantaran silahkan dibawa ke LBH nantinya akan diupayakan beasiswa pendidikan yang mana ini wujud kerjasama LBH Malang & YASA,” pungkas Andi. (*/had)