Soal Limbah di Kesamben, Begini Langkah DTPHP Kabupaten Malang

Limbah yang diduga sengaja dialirkan oleh Greenfields mencemari lahan pertanian di Kesamben Ngajum (ist)

BACAMALANG.COM – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan atau DTPHP Kabupaten Malang akan segera meninjau ke lapangan terkait limbah yang mencemari lahan pertanian di Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas DTPHP Kabupaten Malang, Budiar Anwar, Sabtu (21/3/2020). Budiar mengatakan bakal mengutus stafnya untuk meninjau lokasi terdampak limbah tersebut.

“Akan saya suruh turun kesana,” kata Budiar, melalui sambungan telepon.

Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Malang ini juga mengakui, permasalahan ini memang sudah berlangsung lama.

“Itu kan memang katanya sudah tahunan, limbah kotoran sapi itu,” terangnya.

Lebih jauh, Budiar menjelaskan, pihaknya bakal segera melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya tanya staf saya memang belum (koordinasi dengan DLH),” ungkapnya.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, limbah cair dari peternakan sapi perah PT Greenfields Indonesia mencemari sejumlah lahan pertanian di Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum.

Hal itu terungkap saat para petani yang tergabung dalam kelompok tani, Margotani 1 Kesamben, mendatangi Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malang, Senin (9/3/2020).

Kedatangan para petani ini untuk mengadukan persoalan limbah yang dibuang Greenfields tersebut.

Ketua Kelompok Tani Margotani 1 Kesamben, Matori menyampaikan jika dampak dari pembuangan limbah Greenfields ini sudah dirasakan petani selama 4 tahun terakhir.

“Sebenarnya masalah ini sudah lama. Para petani ini sangat dirugikan. Kita sudah beberapa kali pertemuan, baik dengan Muspika, pihak Greenfields itu sendiri, dan dinas terkait. Kalau Muspika, pasti sangat paham masalah ini. Jawaban dari Greenfields sampai sekarang juga tidak ada,” kata Matori, saat ditemui di ruang rapat Komisi III DPRD Kabupaten Malang. (mid/yog)