Merancang Titik Balik Kebangkitan Kota Malang

Foto: Sam WES (kanan) berbincang dengan Wakil Wali Kota Malang. (ist)

Pandemi virus Covid-19 saat ini telah berdampak sangat serius hampir di semua lini kehidupan. Semuanya terdampak. Dari bawah sampai ke atas, semua lapisan masyarakat ikut merasakannya. Bukan hanya berskala lokal, tetapi juga pada skala nasional dan internasional. Bahkan, saat ini kita sudah masuk di dalam krisis ekonomi stadium pertama menuju ke stadium kedua. Jika terus berlanjut, bukan tidak mungkin kita akan terus terdorong pada krisis ekonomi stadium tiga (parah). Yang bisa memicu lahirnya krisis politik, kemudian menjadikan seluruh situasi dan kondisi semakin keruh, serta sangat membahayakan NKRI. Kita semuanya, tentu tidak ingin semuanya itu terjadi. Kita semuanya, harus mencegahnya. Kita semuanya, sudah saatnya bahu membahu saling tolong menolong memperbaiki dan membangun semuanya menjadi lebih baik lagi.

Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, langkah pertama yang harus kita lakukan bersama adalah merubah sudut pandang dan pola pikir. Jika kita memandang semua dampak buruk yang diakibatkan oleh pandemi virus Covid-19 ini sebagai sebuah momentum kejatuhan atau keruntuhan, maka kita semuanya akan ikut terbawa arus runtuh dan jatuh. Tetapi sebaliknya, jika kita memandang bahwa semua dampak buruk yang terjadi saat ini sebagai sebuah momentum untuk “Merancang Titik Balik Kebangkitan”, maka kita semuanya bisa bersama-sama memanfaatkan segenap potensi yang kita miliki, untuk bekerja bersama membangun sebuah kebangkitan. Membangun peradaban baru. Membangun masa depan baru yang lebih gemilang bagi kita semuanya. Inilah saat yang tepat! Inilah saat yang tepat untuk menyatukan rasa senasib sepenanggungan, kemudian mengobarkan semangat kebersamaan, dalam satu harmoni pergerakan GOTONG ROYONG.

Kita semuanya tentu sudah sangat lelah dengan suasana yang penuh pertikaian, saling tuding, umbar kebencian, silang permasalahan, saling hujat, dan adu keminter bin sok tahu. Semuanya itu harus kita sudahi. Karena sudah terbukti sangat jelas, bahwa semuanya itu tidak pernah menghasilkan solusi-solusi yang kita butuhkan untuk membangun masa depan. Justru malah memperlebar ruang kosong makna yang menciderai kita semuanya. Akibatnya, kita semuanya sama-sama terluka dan menderita. Kita tidak bisa membangun apa-apa yang bisa menjadi sumber manfaat bagi kita semuanya. Kita semakin mundur. Dan semakin tersungkur. Ini semua harus segera kita akhiri. Ini, sangat butuh kesadaran kita semuanya. Sangat butuh jiwa besar kita.

Sekarang, bukan saatnya kita menyerah. Meskipun memang sangat sulit, tetapi justru saat ini adalah momentum yang tepat bagi kita semuanya untuk segera berdiri tegak, mengatur nafas, mengolah pikiran positif, memupuk optimisme, dan segera membakar semangat bekerja bersama. Memang, situasi dan kondisinya sangat tidak ideal. Tetapi, bukankah segala sesuatu yang tercatat dalam sejarah umat manusia, selalu pertama-tama terlahir/ tercipta dalam situasi dan kondisi yang tidak ideal? Memang, saat ini semuanya serba sulit dan terbatas. Tetapi bukankan hal-hal besar yang tercatat dengan tinta emas dalam sejarah kehidupan manusia, selalu tetap setia berproses meskipun berada pada berbagai kesulitan dan keterbatasan? Jaman ini, adalah ujian terbaik bagi kita semuanya. Jaman ini, adalah jaman kebangkitan. Dan semoga, kebangkitan itu bisa kita mulai bersama dari Kota Malang. Tentu, ini adalah tantangan yang tidak mudah. Bahkan, sangat luar biasa sulit. Tapi, kita adalah Para Pemberani. Kota Malang adalah Tanah Para Pemberani. Dan sejarah sudah banyak memberikan bukti, bahwa setiap pergantian jaman, selalu di mulai dari MALANG. Tanah Para Pemberani.

Setelah melalui berbagai proses panjang dialog internal, konsultasi dengan beberapa sesepuh, sowan pepunden, hatur bhakti, hatur luhur, hatur agung, dan proses-proses yang lainnya, seluruh Keluarga Besar Sekolah Budaya Tunggulwulung bertekad untuk ikut berjuang dan berkorban dalam membangun Kota Malang. Berjuang dan Berkorban. Tanpa pamrih apapun. Semata-mata untuk menjalankan amanat para sesepuh dan leluhur, untuk memperkuat segala daya upaya, dan membantu siapa saja yang berniat tulus membangun masa depan Kota Malang. Tentu saja, Sekolah Budaya Tunggulwulung sudah menyadari berbagai resiko dan beban berat yang harus ditanggung. Berjuang dan berkorban, tanpa pamrih apapun. Semata-mata untuk menunaikan janji bhakti. Kepada Ibu Pertiwi. Kepada Para Leluhur. Kepada Generasi yang akan datang Di mulai dari Kota Malang.

Berbekal pemahaman dan dasar-dasar niatan yang sudah dijabarkan di atas, serta dengan memohon restu dari Para Sesepuh dan Para Leluhur, maka Keluarga Besar Sekolah Budaya Tunggulwulung mengadakan pertemuan dengan Bapak Sutiaji (Walikota Malang) dan Bapak Sofyan Edi Jarwoko (Wakil Walikota Malang), di rumah dinas Walikota Malang, pada hari Rabu 20 Mei 2020, pukul 20.30 – 23.50 WIB. Bersamaan dengan Momentum Hari Kebangkitan Nasional. Pertemuan ini adalah untuk menyampaikan dan mendiskusikan beberapa rencana “MERANCANG TITIK BALIK KEBANGKITAN KOTA MALANG”. Salah satunya adalah diawali dengan agenda kegiatan “PARADE SEHAT & SEMANGAT GOTONG ROYONG KOTA MALANG”.

Rencananya, agenda Kegiatan “Parade Sehat & Semangat Gotong Royong Kota Malang” ini akan dilaksanakan sekitar pertengahan bulan Agustus 2020. Tentu, dengan pertimbangan bahwa pandemi virus Covid-19 bisa kita atasi bersama, dan keadaan semakin membaik bagi kita semuanya. Sedangkan lokasinya, sebagai alternatif pertama akan dilaksanakan di Lapang Rampal. Alternatif kedua, ditempatkan lokasinya di Lapangan Gajayana. Adapun rancangan isi utama kegiatannya adalah:

  1. Parade Kedaulatan Rempah-Rempah
  2. Bursa Pangan Sehat Berbahan Baku Lokal
  3. Parade UMKM & Home Industri Kota Malang
  4. Expo Perbankan & Permodalan Usaha
  5. Bursa Produk Ekonomi Kreatif
  6. Bazar Sandang, Batik & Clothing Kota Malang
  7. Parade Musik Pelajar Piala Forum Pimpinan Daerah Kota Malang
  8. Parade Kampung Budaya dan Tematik di Kota Malang
  9. Bursa & Pameran Tosan Aji Nusantara
  10. Bursa & Pameran Karya Seniman Kota Malang
  11. Pagelaran Wayang Kulit Kolosal Bersama Para Seluruh Mantan Walikota dan Wakil Walikota Malang.

Harapannya, agenda kegiatan ini mampu menjadi daya dorong titik balik untuk membangkitkan segenap potensi yang dimiliki oleh seluruh warga Kota Malang. Maka, seluruh warga Kota Malang yang mau ikut berpartisipasi sebagai peserta, tidak akan dikenakan biaya apapun. GRATIS. Bahkan, justru akan diberikan dukungan untuk mengembangkan usaha dan potensi yang dimilikinya. Maju kabeh, obah bareng, kerjo bareng, gotong royong, makmur semuanya. Kemakmuran bagi seluruh warga Kota Malang. Ini yang menjadi tujuan utamanya.

Sekali lagi, ini bukanlah kerja yang ringan. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Berat beban yang harus ditanggung. Maka, pasti menjadi lebih ringan, jika kita semuanya berkenan untuk membantu dan bekerja bersama-sama. Disengkuyung bareng-bareng. Gotong royong. No leader, just together. Ditenagai bersama, dimiliki bersama, dimanfaatkan bersama. Bersama-sama membangun kebangkitan Kota Malang. Bersama-sama membangun Indonesia, dari Kota Malang. Semoga bisa. Semoga. Yakin Usaha Sampai.

Kita masih sangat membutuhkan kritikan, masukan, bantuan dan dukungan dari siapa saja. Kita sangat terbuka untuk bekerja bersama siapa saja. Tujuan utamanya adalah: Kemakmuran bagi seluruh warga Kota Malang.

Semangat!


Penulis: Wahyu Eko Setiawan/ Sam WES (Pegiat Sekolah Budaya Tunggulwulung)