FTP UB Kembangkan UMKM Bagus Agriseta Mandiri Batu

Foto: FTP UB Kembangkan UMKM Bagus Agriseta Mandiri Batu. (ist)

BACAMALANG.COM – Tim dosen jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Pertanian (UB) bantu kembangkan UMKM Bagus Agriseta Mandiri, Batu. Dalam pelaksanaannya, tim dosen itu menggelar sederet pelatihan yang dilaksanakan secara online.

Berbagai pelatihan tersebut merupakan produksi pastry dan pie yang dibimbing langsung oleh Wenny Bekti Sunarharum, STP. M.Food.St.,PhD, bersama Chef Hendro, supervisor Food Production and Training Centre (FPTC – THP), pengolahan teh kulit apel bersama Dr. Erryana Martati, STP. MP, pengemasan produk oleh Dego Yusa Ali, STP. MSc serta pemasaran dengan marketplace online oleh Nur Istianah, ST. MT. M.Eng.

Syamsul Huda, pemilik UMKM Bagus Agriseta Mandiri mengaku sangat berterimakasih kepada segenap tim dosen dari FTP UB. Pihaknya juga mengaku sudah lama memproduksi aneka oleh-oleh khas kota Batu seperti sari apel, keripik buah, bakpia maupun dodol buah.

“Produk kami ini biasanya kami pasarkan di gerai kami di jalan Kopral Kasdi Batu ataupun di toko oleh-oleh di Batu. Namun berkat pelatihan dari FTP UB ini , kedepan kami dapat merangkul pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan marketplace online,” katanya, Rabu (21/10).

Syamsul menjelaskan, bahwa ditengah pandemi ini juga berdampak pada penjualan. Menurutnya, marketplace online merupakan salah satu solusi yang cerdas untuk mengatasinya. Selain itu tak hanya pemasaran, Syamsul juga berterima kasih dengan adanya pelatihan pembuatan pie dan pastry berbahan buah sehingga dapat menambah varian produk.

“Alhamdulillah rasanya enak dengan bahan yang mudah didapat dan teknik pembuatan yang relatif gampang. Sekali lagi terimakasih untuk tim dosen FTP,” jelasnya.

Sementara itu Wenny Bekti, koordinator kegiatan mengungkapkan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan hasil riset serta karya inovasi FTP dalam rangka membantu permasalahan dan pengembangan UMKM berbasis pangan dan agroindustri sehingga hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau merasa bersyukur jika kegiatan ini bermanfaat. Kami memang sengaja mengajarkan paket lengkap, mulai dari membuat, mengemas, hingga memasarkan”, katanya.

Wenny Bekti berharap riset itu tidak sekedar menjadi bahan pustaka tetapi juga dapat diimplentasikan bagi masyarakat luas. Ia sengaja mengangkat bahan lokal guna menaikkan nilai jualnya sekaligus mengedukasi bahwa penganan modern pun dapat dibuat menarik, lezat dan bervalue meski menggunakan komoditas setempat. (Lis/red)