Sinergi Anak Negeri Prihatin Aksi di Mapolresta Malang

Sinergi anak negeri prihatin aksi di mapolresta malang (ist)

BACAMALANG.COM – Gabungan organisasi kepemudaan Malang Raya yang tergabung dalam Sinergi Anak Negeri mendukung upaya TNI Polri untuk menciptakan kondusifitas Malang Raya, serta berani bertindak tegas menindak kelompok atau kerumunan yang melakukan aksi mengganggu keutuhan NKRI.

Sinergi Anak Negeri terdiri dari organisasi ekstra kampus dan kepemudaan di Malang Raya seperti yang tergabung dalam Kelompok Cipayung HMI, GMNI, PMII, GP Ansor, Banser, GM FKPPI, Aremania dan sejumlah organisasi masyarakat dan kepemudaan lainnya.

Aziz, Ketua GMNI Malang Raya menuturkan, pihaknya tergabung dalam Sinergi Anak Negeri Malang Raya merasa perlu dan prihatin dengan adanya aksi mengatasnamakan kelompok identitas keagamaan agar kasus yang melibatkan tokoh elit keagamaan di Jakarta yang melakukan aksi di depan Mapolresta Malang akhir pekan lalu.

“Malang sudah sangat kondusif, kelompok organisasi kepemudaan masyarakat juga memiliki ikatan kebhinekaan yang erat. Jangan sampai, dengan adanya aksi tersebut justru membuat kegaduhan di masyarakat kita yang selama ini kondusif. Biarlah masalah yang kejadiannya di wilayah Jakarta, diselesaikan oleh pihak keamanan di Jakarta, percayakan kepada mereka sesuai wilayah hukumnya, jangan coba diseret seret ke wilayah lokal seperti di Malang Raya,” tegas Aziz yang baru saja dilantik sebagai Ketua GMNI Malang Raya tersebut.

Sejalan dengan Aziz, Ketua Umum HMI Malang, Sutriyadi menambahkan, bahwa persoalan hukum yang kini dihadapi oleh perangkat hukum biarlah juga diselesaikan secara hukum juga, biarlah lembaga hukum negara bekerja secara profesional.

“Indonesia negara hukum, Komnas HAM dan institusi penegakan hukum juga sudah menangani, banyak pihak juga turut mengawasi. Maka tidak perlu ada lagi gerakan di Malang yang sebenarnya tidak ada kaitannya. Jangan bangun opini di tingkat lokal dengan kejadian di luar Malang. Kini masyarakat dan pihak keamanan di Malang Raya sedang fokus penanganan Covid 19, jangan sampai ada aksi kerumunan mengatasnamakan kelompok identitas tertentu yang akan menimbulkan kluster baru juga akan menimbulkan image negatif terhadap organisasi dan tokoh keagamanan tertentu,” papar Yadi, begitu panggilan akrab mahasiswa S2 UB ini.

Sementara Ketua PC GM FKPPI Kota Malang Rudi Nugroho menegaskan jangan sampai terulang lagi aksi serupa dimana ada upaya menekan pihak TNI Polri di Malang Raya dengan peristiwa yang terjadi di Jakarta, sebab jika itu dilakukan akan memicu ketersinggungan kelompok lain yang fokus menjaga kondusifitas Malang Raya.

“Sinergi Anak Negeri adalah wujud keeratan silaturahmi organisasi masyarakat dan kepemudaan untuk menjaga Malang Raya tetap aman dan dinamis. Jangan sampai ada aksi aksi yang ditunggangi kelompok tertentu untuk menimbulkan kegaduhan serta mengancam keutuhan NKRI melalui isu isu kejadian yang terjadi diluar Malang Raya. Bukan, kita tidak peduli dan respect, namun harus kontekstual, jika agenda besarnya mengancam keutuhan NKRI, maka akan berhadapan dengan kami,” tegas Rudi Nugroho, Senin (21/12).

Karena itu, lanjut Rudi, tradisi berdiskusi, bersilaturahmi kalangan anak anak bangsa, diharapkan semakin dipererat untuk menangkal gencarnya aksi dan gerakan kelompok radikal dan separatis yang memanfaatkan isu isu peristiwa tertentu untuk menggangu jalanya pemerintahan yang sah.

“Boleh mengkritik kebijakan pemerintah secara aktif, namun tentunya melalui saluran yang benar. Boleh memberi saran dan masukan kepada pemerintah, namun sampaikan dengan beretika dan bermartabat, apalagi kini kondisi pandemi, hindari penyampaian aspirasi yang memicu kerumunan, serta jangan memanfaatkan klai, mayoritas kelompok agama tertentu untuk memaksakan kehendak. Kita jaga keutuhan NKRI ini dengan saling menghirmati dan menghargai,” ujarnya.

Sementara itu tokoh Aremania, Achmad Ghozali yang juga tergabung daam Sinergi Anak Negeri Malang Raya hanya berpesan agar Bhumi Arema tetap damai, jangan sampai siapapun melakukan tindakan tindakan provokasi yang memicu anarkisme di Malang Raya, maka taruhannya akan berhadapan langsung dengan para Aremania.

“Siapapun yang menginjak dan mencari nafkah di Bhumi Arema, maka sepatutnya menjaga kedamaian di Malang Raya, jika coba-coba memicu kekerasan atau anarkis, maka akan berhadapan dengan Aremania dan warga Malang Raya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi aksi dari massa mengatasnamakan Muslim Malang Bersatu mendatangi Polresta Malang Kota di Jl Jaksa Agung Suprapto Kota Malang. Mereka menuntut pembebasan Habib Rizieq dari tahanan dan pengusutan penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

Massa melakukan longmarch dengan rute melintasi pembangunan proyek Kayutangan Heritage. Massa mayoritas berbaju putih tersebut juga membawa bendera bergambar Habib Rizieq.

Kehadiran massa mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Mereka sempat berhenti di atas jembatan di Jalan Jaksa Agung Suprapto atau sisi selatan dari Mapolresta untuk menyuarakan aspirasinya. (Lis/zuk)