Memprihatinkan, Melihat Kolam Renang Internasional Kanjuruhan Kini

Kadispora Kabupaten Malang, Atsalis Supriyanto meninjau kolam renang internasional Kanjuruhan (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Kondisi kolam renang internasional di kompleks Stadion Kanjuruhan Kota Kepanjen begitu memprihatinkan. Kolam renang yang pembangunannya menelan anggaran sekitar Rp 27 miliar hingga kini belum difungsikan.

bacamalang.com berkesempatan melihat langsung kondisi kolam renang internasional tersebut. Beberapa ruangan nampak penuh debu dan terdapat sarang laba-laba.

Air yang terdapat pada kolam renang di bagian dalam berwarna hijau dan dipenuhi berudu. Masih di bagian dalam, ada burung yang bersarang di salah satu sudut dinding.

Laba-laba bersarang di salah satu sudut ruangan (Dhimas)

Kondisi jauh lebih memprihatinkan terlihat area kolam renang luar. Di luar, ada kolam renang lantihan dan loncat indah.

Rumput-rumput liar yang rimbun memenuhi sekitar bagian dua kolam renang luar itu. Airnya pun begitu keruh, bewarna hijau di kolam renang latihan dan cokelat di area kolam loncat indah.

Rumput liar yang tumbuh subur di sekitar kolam renang (Dhimas)

Kolam renang itu sendiri diresmikan pada 2018 silam. Pembangunannya berada dibawah naungan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.

Rencananya, usai pembangunan rampung, kolam internasional diserahkan pengelolaannya kepada Dinas Pemuda dan Olahraga. Namun, hingga detik ini, hal itu tidak terealisasi.

Biaya pemeliharaan yang mahal jadi satu alasan kolam renang tersebut belum diserah-terimakan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, biaya pemeliharaan kolam renang tersebut mencapai angka Rp 1 miliar per tahun.

“Sebagaimana permintaan kemarin dari BKAD, inginnya tahun ini diserahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga. Kondisi yang ada sampai saat ini, kami masih melihat ada kekurangan, terutama di kolam latihan dan loncat indah,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Atsalis Supriyanto, ketika meninjau kolam renang, Jumat (22/1/2021).

Kondisi kolam latihan di bagian luar (Dhimas)

Pria yang pernah menjabat Camat Wajak menambahkan, Dispora siap menerima dan mengelola kolam renang internasional. “Artinya, saya pun siap menerima tahun ini, namun tetap akan menjadi catatan bagi kami, khususnya kepada teman-teman di Cipta Karya paling tidak nanti ada pembekalan untuk tenaga kami,” terang Atsalis.

Kondisi kolam loncat indah (Dhimas)

Mengenai anggaran pemeliharaan yang cukup besar, Atsalis bilang, jika kolam tersebut sudah diserahkan maka secara otomatis anggaran pemeliharaan juga harus dialihkan kepada Dispora.

“Sebagaimana yang disampaikan teman-teman Cipta Karya kemarin, untuk sementara kolam indoor diserahkan dulu kepada Dinas Pemuda dan Olahraga, tapi pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab Dinas Cipta Karya. Kami butuh kepastian, pemeliharaan sampai kapan, berapa tahun?,” Atsalis menutup. (mid/yog)