Mengenang Aziz Franklin, Seniman Ini Teringat Kata Mutiara Gus Dur

Foto: Yohanes Azis Suprianto. (ist)

BACAMALANG.COM – Banyak kenangan terukir saat mengingat Azis Franklin Suprianto, seniman multitalenta yang beberapa waktu lalu telah berpulang. Seperti yang diutarakan oleh Bachtiar Djanan, seniman yang juga penggiat Pemberdayaan Masyarakat.

“Mengenang sosok Kak Azis, membuat Kita teringat kata-kata bijak dari Gus Dur, presiden keempat. Yaitu Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua manusia, maka orang tidak pernah bertanya apa agamamu”. Itulah Kak Azis. Ia bisa hadir di berbagai ruang, mulai acara anak-anak sampai kegiatan lansia, dari sudut kampung sampai gemerlapnya kafe, dari aktivitas bakti sosial sampai panggung entertainment, dari halaman gereja sampai pondok pesantren. Warna Kak Azis selalu membahagiakan siapa pun, di semua kamar di mana ia berada,” terang Bachtiar Djanan, Senin (22/2/2021).

Bachtiar mengucapkan Selamat jalan Kak Yohanes Azis Suprianto. Terima kasih telah menjalankan peranmu sebagai contoh positif, dan telah mewarnai atmosfer kesenian kota Malang dengan warna-warni kreativitas yang indah sangat. Selamat Beristirahat Abadi, Kak Azis Franklin Suprianto, Sang Seniman Multitalenta yang Tulus Ikhlas.

Suka menolong sesama

Bachtiar menyatakan, menangis rasanya membaca kabar Kak Azis Franklin Suprianto, sang seniman multitalenta, telah pergi menuju alam keabadian, akibat sakit kanker stadium akhir yang dideritanya.

Sudah beberapa tahun lamanya ia tak berjumpa darat, hanya saling like, saling sapa, dan saling berkomentar di postingan-postingan facebook, serta sesekali berkirim whatsapp, karena ia tak lagi berdomisili di Malang, berpindah-pindah dari Malang, Banyuwangi, Kabupaten Tegal, dan sekarang menetap di Medan.

Ia bersaksi Mas Azis, adalah orang baik, sosok seniman yang tulus ikhlas, dan ringan tangan dalam mensupport siapapun kawan-kawan yang sedang punya gawe. Ia yakin semua rekan-rekan seniman dan aktivis di kota Malang mengamini pernyataannya.

Ia tak ingat, kapan pertama kali mengenal Kak Azis, yang jelas telah belasan tahun saling kenal. Dan telah puluhan kali Kak Azis terlibat dalam berbagai kegiatan bersama, termasuk dalam kegiatan-kegiatan bersama sahabat-sahabat yang lain.

Mulai dari bermacam-macam kegiatan edukasi dan entertainment di kafe Warung Kelir, aktivitas bakti sosial bencana letusan Gunung Kelud, kegiatan-kegiatan pelatihan dan motivasi, sampai mensupport beberapa kegiatan pengembangan desa-desa dampingan di Banyuwangi.

Pandai sembunyikan rasa lelah

Ia mengatakan, Kak Azis, selalu membawa atmosfer positif, tak pernah sekalipun menunjukkan sikap negatif, tak pernah menjelekkan orang lain, tak pernah terlihat marah, tak pernah “sambat”, dan selalu hadir dengan wajah “sumringah” lengkap dengan senyumnya yang meneduhkan. Dengan cerdik ia bisa menyembunyikan rasa lelah maupun beratnya beban kehidupan, sekaligus membungkusnya dengan suasana positif dan gembira.

Bachtiar bukannya melebih-lebihkan, tapi memang seperti itulah demikian adanya. Ia yakin seyakin-yakinnya kawan-kawan seniman di Kota Malang atau siapapun yang mengenal Kak Azis pasti sangat menyetujui pernyataannya.

Ia sebetulnya “iri” pada spirit Kak Azis, yang jika boleh disimpulkan, orientasi Beliau dalam berinteraksi dengan orang lain adalah bagaimana menyenangkan orang lain. Kak Aziz bisa demikian cairnya dalam berkomunikasi dengan siapa saja, baik kepada yang lebih tua, maupun kepada anak-anak, dan membuat semua orang tersenyum bahkan terbahak-bahak dengan aneka sulap, dongeng, boneka anak, permainan musik, akting teater, kreativitas barang bekas, wayang suket, wayang kertas bekas, hipnotis, dan pantomim-nya yang jenaka.

“Saya merasa beruntung pernah menuliskan profil Kak Aziz diposting di Facebook menjelang sebuah acara di Kampung Temenggungan Banyuwangi yang didampingi pergerakan HIDORA (Hiduplah Indonesia Raya), pada tanggal 11 Desember 2015, di mana Kak Azis terlibat untuk mensupport acara tersebut,” pungkas Bachtiar Djanan. (bach/had)