Pandemi, Antara Target Terkendali Agustus, Vaksinasi dan Keberhasilan India-Israel

Foto: dr Umar Usman MM. (Ist)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Indonesia berharap dapat mengendalikan pandemi pada Agustus 2021 dan hal ini merupakan bentuk optimisme yang dilandasi sejumlah faktor.

“Alhamdulillah secara riil Flattening the Curve benar terjadi. Maka berdasar kajian dan simulasi, Pemerintah beharap pandemi terkendali Agustus. Kita wajib bersama-sama mendukung upaya ini,” tandas Wakil Ketua Satgas Covid 19 NU Malang Raya, dr Umar Usman MM, Senin (22/2/2021).

Bersyukur Grafik Menurun

dr Umar mengatakan, faktor itu salah satunya adalah perihal perkembangan penanganan pandemi di Indonesia yang menunjukkan grafik membaik dalam beberapa pekan terakhir.

“Spirit itu didasarkan pada grafik kasus aktif Nasional yang relatif menurun dalam satu bulan terakhir,” kata pria yang juga alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

Kasus aktif harian Covid-19 terus mengalami pelandaian hingga mencapai 159.012 kasus pada (14/2) lalu. Grafik perkembangan kasus aktif di Indonesia terus menurun setelah pada 5 Februari lalu, Indonesia sempat berada di puncak kasus aktif tertinggi selama hampir genap setahun Covid-19 melanda Nusantara, dengan jumlah 176.672 kasus aktif pada saat itu.

Kasus aktif adalah kategori kasus warga terpapar Covid-19 yang masih menjalani perawatan di RS maupun isolasi mandiri. Jumlahnya dapat diketahui dari total kumulatif kasus Covid-19 dikurangi dengan kasus sembuh+kasus kematian akibat virus Corona.

“Harapan terkendali Agustus, harus didukung kebijakan yang tepat dan kepatuhan masyarakat yang tinggi.
Pandemi diharapkan terkendali Agustus-September mendatang dengan syarat strategi vaksinasi yang sesuai dengan alur waktu dan pemenuhan kebutuhan jumlah dosis vaksin,” terang pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang ini.

IHSG Menguat

Sementara itu, Investor menanti kajian relaksasi pajak guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Pasar saham domestik dibuka di zona hijau pada perdagangan awal pekan ini, Senin (22/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,95 persen ke level atau naik 58 poin ke level 6.290,87.

Pasar merespons positif upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi. Salah satunya dari komponen relaksasi pajak.

“Kita bersyukur, dari sektor ekonomi, investor menanti kajian relaksasi pajak guna mendukung pemulihan ekonomi nasional setelah pemerintah menaikan anggaran PEN menjadi sekitar Rp 688,3 triliun,” terang dr Umar Usman.

Vaksinasi Sukses Israel

Sekilas informasi, Israel melonggarkan pembatasan sosial pandemi menyusul studi yang mengungkapkan bahwa vaksin Pfizer 98,9% efektif dalam mencegah pasien rawat inap dan kematian akibat COVID-19.

Israel memiliki tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Lebih dari 49% orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Negara itu sempat memasuki penguncian ketiganya pada 27 Desember 2020 setelah kebangkitan kembali virus.

Namun kini, di bawah langkah-langkah pelonggaran, orang-orang sekarang dapat memasuki pusat perbelanjaan dan tempat wisata seperti kebun binatang –sebuah kenikmatan yang pada penguncian sebelumnya tidak dapat dirasakan oleh warga.

Meskipun ada pelonggaran pembatasan, bandara Israel akan tetap ditutup selama dua minggu lagi. Capaian vaksinasi di Israel merupakan yang tertinggi di dunia untuk saat ini.

Kementerian kesehatan menyatakan sebuah studi mengungkapkan risiko penyakit akibat virus telah turun 95,8% di antara orang-orang yang telah memiliki kedua dosis vaksin Pfizer.

“Salah satu keberhasilan Israel adalah keberhasilan dalam vaksinasi yang mencapai sekitar 49%. Hal ini bisa jadi rujukan untuk percepatan Flattening the Curve,” tukas dr Umar Usman.

India Sukses Turunkan Covid

Pada bagian lain, India sukses menurunkan kasus harian dan kasus aktif Covid-19 secara drastis setelah mencapai puncaknya pada bulan September 2020.

Kasus harian India kini berada di kisaran 10 ribu sampai dengan 15 ribu kasus per hari setelah mencapai puncaknya pada bulan September di angka 98 ribu kasus per hari. Selain kuatnya Testing-Tracing di India ternyata strategi isolasi juga memiliki peran krusial untuk menghentikan penyebaran virus dan flattening the curve.

India memisahkan istilah karantina dan isolasi dalam menangani pandemi ini. Karantina adalah upaya memisahkan orang yang belum terkonfirmasi Covid19 tetapi berpotensi bergejala. Sedangkan isolasi memisahkan orang yang terinfeksi Covid19 tetapi bergejala. Mereka akan dibawa ke rumah sakit atau pusat isolasi.

India telah melandaikan kurva pandemi dengan lima (5) tindakan. Pertama, Tes-lacak wajib dilanjutkan ke isolasi agar penanganan pandemi menjadi utuh dan lengkap. Kedua, wajib karantina jika berpergian baik internasional maupun antar negara bagian dan melakukan karantina lingkungan sekitar rumah apabila ditemukan kasus positif. Ketiga, pasien positif diperbolehkan isolasi mandiri. Keempat, pusat isolasi dan karantina tersebar dimana-mana. Dan kelima, kebijakan dan SOP isolasi yang detail.

“Keberhasilan India dengan lima langkah tersebut, bisa dikaji dan diterapkan untuk upaya Flattening the Curve di Indonesia. Semoga pandemi segera reda. Aamiin,” pungkas dr Umar Usman MM. (had)