LP4 Trisakti Jatim Luncurkan Dua Buku Sistem Perkoperasian

Foto: Dr Sri Untari (tengah) menghadiri acara bedah buku. (ist)

BACAMALANG.COM – Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Perkoperasian (LP4) Trisakti Jawa Timur meluncurkan dan membedah dua buku tentang pentingnya penerapan sistem Tanggung Renteng dalam berkoperasi, Selasa (22/9/2020).

Buku yang berjudul, ‘Koperasi dan Sistem Tanggung Renteng dalam Menghadapi Tantangan Zaman’ dan ‘Koperasi Bersistem Tanggung Renteng Dahsyat’ itu dibedah oleh Ketua Bidang Diklat Dekopinwil Jatim Drs H Joko Rokhani Sanjaya MM dan Ketua Bidang SPI Dekopinda Kota Malang, Dr. Agung Haryono, SE, MP, Ak.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Dr. Sri Untari Bisowarno M.AP, yang juga Pembina LP4 Trisakti Jatim menyampaikan bahwa sistem Tanggung Renteng memiliki filosofi dan prinsip-prinsip seperti tanggung jawab hingga kebersamaan dan gotong-royong.

“Karena itulah dengan menerapkan sistem tersebut membuat koperasi tangguh karena sistem ini mampu bertahan dan menyelamatkan koperasi saat masa-masa sulit,” kata Sri Untari.

Menurutnya, peluncuran buku itu akan menjadi transformasi sejarah sistem Tanggung Renteng dari Mursia Zaafril Ilyas lalu dilanjutkan Untari dan berikutnya.

Dia berharap generasi muda harus bisa melihat sistem ini secara utuh dan bisa menjaga dan menerapkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Apalagi Sistem Tanggung Renteng bisa beradaptasi dengan zaman dan bisa dilakukan sesuai kebutuhan dunia digital asalkan Pengurus koperasi mau berjuang. Bahakan disaat pandemi Covid-19 saat ini sistem ini terbukti mampu menyelesaikan masalah.

Sementara itu, Ketua LP4 Trisakti Jawa Timur Deddy Satya Dewanto, S.So., MM mengatakan, penulisan dua buku itu merupakan rangkaian proses kreatif yang dilakukan lembaganya.

Secara umum, isi dua buku tersebut semi ilmiah dan populer. Cakupan materinya tentang keunggulan sistem Tanggung Renteng, teknis pelaksanaan Tanggung Renteng hingga kaderisasi dan pelaksanaannya.

“Proses penulisan dua buku tersebut berlangsung sangat singkat hanya 2,5 bulan. Diawali survei di 31 koperasi yang tersebar di berbagai wilayah, di antaranya di Malang Raya, Ngawi, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jember hingga Sumenep,” papar Deddy.

Deddy yang juga ketua tim penulisan buku ini mengatakan, bersamaan dengan survei dan penulisan buku juga dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali data sekaligus klarifikasi hasil survei. Selain itu dilakukan pula workshop, seminar pracetak, hingga bedah buku.

“Di tengah itu kami juga melakukan diklat untuk 70 koperasi dengan materi Tanggung Renteng dan leadership,” ucap Deddy.

Deddy berharap peluncuran buku itu dapat menambah wawasan insan koperasi menindaklanjuti dengan mempelajari sistem Tanggung Renteng dan menerapkannya.

Koperasi yang menggunakan sistem Tanggung Renteng dengan benar, dijamin pasti berkembang karena memiliki banyak manfaat. Hal itu dibuktikan oleh Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) dan beberapa koperasi lainnya.

“Jika ingin koperasi maju maka terapkanlah sistem Tanggung Renteng,” pungkas Deddy. (Lis/red)