Inspiratif, Kiprah Perempuan Gunung Kawi Bikin Buku Mewarnai Kala Pandemi

Foto: Kreasi mandiri. (ist)

BACAMALANG.COM – Bagi siswa PAUD dan SD memang sudah cukup mengenal buku mewarna yang bergambar binatang, tumbuhan dan obyek lainnya yang biasa dijual di toko buku atau toko ATK. Namun, upaya perempuan asal Gunung Kawi satu ini sekiranya layak mendapat apresiasi karena terbilang unik dan kreatif.

Hal ini karena, ia membuat (melukis) sendiri obyek gambar diatas kertas putih, yang selanjutnya dijual secara eceran di sekolah ataupun ditawarkan saat anak-anak kumpul belajar bersama.

“Alhamdulillah saya bisa sedikit-sedikit melukis. Saya coba melukis di kertas untuk selanjutnya diwarnai. Saya senang karena teman sekolah anak saya banyak yang beli,” terang Aidha Dhum, Minggu (22/11/2020).

Pandemi dan Orisinil

Aidha terpaksa berhenti menjalankan kegiatan menggambar patron mewarnai, karena saat pandemi kegiatan tatap muka sekolah terhenti.

“Stopnya ya semenjak liburan karena pandemi. Jadi sekitar Maret. Baru Kita mulai gambar lagi sekarang,” tutur Aidha.

Aidha mengungkapkan, anaknya ikut menjualkan produk ini. “Anak saya ikut membantu menjual hasil karya ini. Saya senang teman dia juga ikut bantu menjualkan,” tukas Aidha.

Aidha menjelaskan, produk ini adalah karya orisinil dan bukan copas dari google. “Jadi Kita gambar manual. Bukan ngopy dari google. Kalau desain gambar memang meniru Kita cari yang mudah diwarnai gak banyak bentuk yang susah. Jadi anak-anak suka,” imbuh Aidha.

Lebih jauh Aidha mengatakan, anaknya menjual produk sewaktu istirahat sekolah atau sewaktu mengaji.

“Intinya saat teman-temannya itu berkumpul disitu kesempatan menawarkan,” kata Aidha.

Ia bersyukur karena produknya banyak disukai orang. “Komentar alhamdulilah bagus, baik dan kreatif. Dan sebelum pandemi ibu-ibu juga ada yang memesan beberapa gambar. Saya antar kerumahnya yang order (memesan),” imbuh Aidha.

Kebetulan dan Sambilan

Aidha menceritakan kegiatan sambilan yang dilakukan adalah karena kebetulan saja.

“Padahal semua serba kebetulan. Kebetulan pas saya lagi seneng menggambar. Dan anakku kalo beli gambaran kertasnya jelek. Kalau diwarna kadang sobek karena kertas tipis. Kalo kertas bagus gambarnya terlalu jlimet,” tukas Aidha.

Aidha menjelaskan, saat ini ia mulai membuat master lagi untuk kemudian difotokopi.

“Sekarang ini mulai bikin masteran lagi. Nanti tinggal fotokopi yang banyak biar anak-anak banyak persediaan. Kalau bentuknya kertas-kertasan gitu yang mau bawa pulang kan enak. Pulang- pulang ada yang dibawa buat oleh- oleh orangtua,” imbuh Aidha.

Aidha mengatakan, kalau sekarang karena belum sekolah bisa buat main-main sendiri saja.

“Kalau sekarang karena belum sekolah bisa buat main-main sendiri saja. Biar belajar mewarnai. Karena anak-anak mewarnai aja masih kurang ilmunya. Jadi asal-asalan. Gradasi warna juga belum ngerti,” urai Aidha.

Aidha mengatakan, sekarang tidak lagi menjual secara eceran, namun melalui pesanan.

“Kayaknya udah gak jualan ngecer gitu. Jadi yang mau pesen beberapa gambar buat di rumah ya Kita kasih. Murah juga selembar cuma Rp 500,” imbuh Aidha.

Aneka Gambar

Aidha menuturkan, dirinya menggambar pola gambar berdasar permintaan anak-anak.

“Saya bisa menggambar binatang, tumbuhan atau lainnya. Namun kini gambar mengikuti permintaan anak-anak. Dari situ Kita bisa tahu juga minatnya,” imbuh Aidha.

Aidha mengungkapkan, kegiatan membuat gambar pola ini mempunyai banyak manfaat.

“Saya membuat pola gambar bertujuan memberi permainan edukatif. Manfaatnya bisa buat hiburan anak-anak. Membantu pengembangan motorik anak-anak, berkonsentrasi, juga untuk mengurangi stress pada anak,” jelas Aidha.

Waktu Luang

Aidha mengatakan dirinya membuat pola gambar ini menyesuaikan waktu luang yang dimiliki.

“Satu gambar yang saya buat itu sebagai master difotokopi 20 lembar per gambar. Begitu juga master lainnya. Jadi minim saya menggambar 5 sampai 10 tentunya tergantung kesibukan juga,” urai Aidha.

Les Menggambar dan Literasi Lingkungan

Aidha menjelaskan, dirinya bisa melukis karena memiliki sedikit bekal dulunya pernah ikut les melukis saat SD.

“Sedikit-sedikit saya bisa melukis. Sewaktu SD ikut les menggambar. Jadi sudab pernah sedikit belajar mencontoh gambar atau berdasar imajinasi. Tapi yang masih tergolong mudah. Bukan gambar yang benar-benar bagus. Karena saya hanya sekedar bisa,” terang Aidha.

Aidha berharap apa yang telah dilakukan, bisa memberi pengembangan literasi lingkungan melalu menggambar dan mewarnai.

“Saya berharap bisa memberi pengembangan literasi lingkungan melalu menggambar dan mewarnai,” terang Aidha mengakhiri. (had)