Nyatakan Netral, Banser Kabupaten Malang Beri Klarifikasi

Kepala Provos Satkorcab Banser Kabupaten Malang, M Yusuf Winardi (tiga dari kanan); Wakil Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Malang, M Muhklis Mubarak (tiga dari kiri) di kantor MWC NU Kepanjen (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Satuan Kordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna atau Satkorcab Banser Kabupaten Malang menyatakan bahwa mereka bersikap netral dalam Pilkada 2020.

Pernyataan ini dikeluarkan Satkorcab Banser Kabupaten Malang untuk menepis tudingan yang selama ini diarahkan terhadap mereka. Banser Kabupaten Malang dituding tidak etis oleh salah satu tokoh Banser senior, lantaran memberikan pengawalan terhadap HM Sanusi, Bupati Malang petahana, saat mendatangi sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau DPC PDIP, Rabu (4/3/2020).

“Kami ini sebenarnya netral. Saya terus terang. Kalau dikatakan Banser itu ngawal ke PDI Perjuangan, itu sebenarnya tidak seperti itu. Kita itu, Banser Kabupaten Malang tidak akan berjalan sendiri, jujur, saya berjalan ada yang memerintah. Saya tidak berani keluar dari rel,” ujar Kepala Provos Satkorcab Banser Kabupaten Malang, M Yusuf Winardi, saat ditemui di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, Kepanjen, Senin (23/3/2020).

Yusuf kemudian membeberkan secara detail kronologis pengawalan Banser terhadap Sanusi waktu itu.

“Kami mengawal sampai lokasi. Jujur, saya tidak ikut masuk. Saya cukup di depan. Setelah yang dikawal itu masuk ke kantor, kami di luar. Sesuai dengan instruksi, pengawalan. Pengawalan itu cukup di luar, nggak ada lebih,” terangnya.

Yusuf pun menegaskan, apa yang dilakukan Banser itu sudah sesuai standar operasional prosedur atau SOP. Dia pun menyayangkan adanya tudingan bahwa apa yang dilakukan tidak etis.

“Melangkah saya sesuai SOP. Nggak keluar dari rel. Sejujurnya, kalau langkah kita itu kurang pas menurut senior, alangkah baiknya tidak usah di omongkan di media. Cukup kita dipanggil, kita siap dipanggil, kita ber-tabbayun di internal. Dari kami jujur tidak mau berpanjang-panjang, sebabnya kita netral. Tidak condong ke satu parpol,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Malang, M Muhklis Mubarak menerangkan jika apa yang terjadi beberapa waktu lalu, bisa dijadikan sebagai pembelajaran. Muhklis pun menyebutkan bahwa hal itu terjadi karena adanya miskomunikasi.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Bila ada suatu hal diselesaikan secara silahturahim, kita lakukan tabbayun, kita lakukan saling kroscek. Kejadian ini kami anggap miskomunikasi. Kurangnya informasi, kurangnya komunikasi, tapi itu merupakan kritikan bagi kami, kedepan agar kami perbaiki,” tukas Muhklis. (mid/yog)